Saran Baca Kejadian Wabah Ulat Bulu Marzuki Alie Jadi Bumerang

Written By Juhernaidi on Kamis, 14 April 2011 | 9:18:00 AM

Wabah ulat bulu yang menyerang sejumlah daerah ternyata ikut dicermati Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Marzuki Alie. Bahkan, politisi Partai Demokrat ini berpandangan bahwa wabah ini tak lain adalah peringatan dari Tuhan agar semua pihak lebih getol mengevaluasi diri. (foto: Okezone.com)
JAKARTA - Ulat bulu yang menyerang sejumlah pohon di kawasan Tanjungduren, Jakarta Barat, ternyata bukan dari jenis sama dengan ulat bulu di Probolinggo, Jawa Timur. Menurut hasil penelitian Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, ulat bulu memang sudah ada di kawasan ini sejak 2007 lalu. Anomali cuaca yang terjadi saat ini dinilai mempercepat masa siklus perkembangbiakan ulat. "Sangat dipengaruhi oleh cuaca ekstrim. Panas dan kelembaban yang fluktuasinya tinggi akan mempercepat," kata Ipih Ruyani, Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta.

Dari pantauan, diketahui ada sekitar 30 pohon di Jakarta yang terserang ulat bulu. Untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama ulat bulu, petugas khusus pengendali organisme dan tanaman pengganggu akan terus meneliti serta mengambil langkah pemberantasan ulat untuk mencegah serangan meluas.
Sementara itu, wabah ulat bulu yang menyerang sejumlah daerah ternyata ikut dicermati Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Marzuki Alie. Bahkan, politisi Partai Demokrat ini berpandangan bahwa wabah ini tak lain adalah peringatan dari Tuhan agar semua pihak lebih getol mengevaluasi diri.
"Itu peringatan Tuhan. Apapun kejadian itu adalah peringatan Tuhan supaya kita instropeksi atau mengevaluasi diri, apa yang harusnya kita perbaiki," kata dia di Gedung DPR.

Karena itu, dia mengajak semua pihak agar berhenti bertengkar karena masih banyak persoalan bangsa yang belum terselesaikan.

"Setiap kejadian itu pasti ada maksud di baliknya. Oleh karenanya, saya pikir tak baik kita berdebat dan bertengkar terus, persoalan bangsa ini kan banyak sekali. Kita fokus dengan pekerjaan-pekerjaan utama kita. Mudah-mudahan sisa umur kita ini bisa bermanfaat memberikan kontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara," katanya.

Marzuki menuturkan segala yang terjadi di lingkungan sekitar harus dibaca sebagai tanda-tanda dari Tuhan. Bahwa, peristiwa dan kejadian apapun adalah takdir dan kehendak Tuhan.

"Apapun yang terjadi di lingkungan sekitar kita, dalam wilayah Republik Indonesia, itu bagian dari kejadian-kejadian yang harus kita baca. Bagaimana perintah Tuhan kan iqra, bacalah. Bacalah atas nama Tuhanmu. Artinya, kita betul-betul meyakini takdir, sesuatu yang dijadikan oleh Allah, itu karena Allah semata," kata Marzuki.
Soal apakah ada kaitan antara wabah ulat bulu dengan ribut-ribut rencana pembangunan gedung baru DPR, Marzuki tak menjelaskannya.

Simulasi Jangka Sorong