
JAKARTA - Ulat bulu yang menyerang sejumlah pohon di kawasan Tanjungduren, Jakarta Barat, ternyata bukan dari jenis sama dengan ulat bulu di Probolinggo, Jawa Timur. Menurut hasil penelitian Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, ulat bulu memang sudah ada di kawasan ini sejak 2007 lalu. Anomali cuaca yang terjadi saat ini dinilai mempercepat masa siklus perkembangbiakan ulat. "Sangat dipengaruhi oleh cuaca ekstrim. Panas dan kelembaban yang fluktuasinya tinggi akan mempercepat," kata Ipih Ruyani, Kepala Dinas Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta.
Dari
pantauan, diketahui ada sekitar 30 pohon di Jakarta yang terserang ulat
bulu. Untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama ulat bulu, petugas
khusus pengendali organisme dan tanaman pengganggu akan terus meneliti
serta mengambil langkah pemberantasan ulat untuk mencegah serangan
meluas.
Sementara itu, wabah ulat bulu yang menyerang sejumlah daerah
ternyata ikut dicermati Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Marzuki Alie.
Bahkan, politisi Partai Demokrat ini berpandangan bahwa wabah ini tak
lain adalah peringatan dari Tuhan agar semua pihak lebih getol
mengevaluasi diri.
"Itu peringatan Tuhan. Apapun kejadian itu adalah peringatan Tuhan
supaya kita instropeksi atau mengevaluasi diri, apa yang harusnya kita
perbaiki," kata dia di Gedung DPR.
Karena itu, dia mengajak semua pihak agar berhenti bertengkar karena masih banyak persoalan bangsa yang belum terselesaikan.
"Setiap
kejadian itu pasti ada maksud di baliknya. Oleh karenanya, saya pikir
tak baik kita berdebat dan bertengkar terus, persoalan bangsa ini kan
banyak sekali. Kita fokus dengan pekerjaan-pekerjaan utama kita.
Mudah-mudahan sisa umur kita ini bisa bermanfaat memberikan kontribusi
untuk kepentingan bangsa dan negara," katanya.
Marzuki menuturkan
segala yang terjadi di lingkungan sekitar harus dibaca sebagai
tanda-tanda dari Tuhan. Bahwa, peristiwa dan kejadian apapun adalah
takdir dan kehendak Tuhan.
"Apapun yang terjadi di lingkungan
sekitar kita, dalam wilayah Republik Indonesia, itu bagian dari
kejadian-kejadian yang harus kita baca. Bagaimana perintah Tuhan kan
iqra, bacalah. Bacalah atas nama Tuhanmu. Artinya, kita betul-betul
meyakini takdir, sesuatu yang dijadikan oleh Allah, itu karena Allah
semata," kata Marzuki.
Soal apakah ada kaitan antara wabah ulat bulu dengan ribut-ribut
rencana pembangunan gedung baru DPR, Marzuki tak menjelaskannya.