
Kondisi inilah yang membuat imunitas tubuh menjadi rendah alias
menurun. Jika daya tahan menurun, tubuh akan mudah terserang penyakit.
Terlebih bagi mereka yang terkurung dalam ruang ber-AC atau pekerja
lapangan yang terpapar udara bebas. Dalam kondisi daya tahan tubuh
menurun itulah radikal bebas sebagai agen infeksi maupun racun akan
mudah menembus pertahanan tubuh.
Sebagian orang menyikapinya dengan mengonsumsi multivitamin. Harapannya, agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Pertanyaan berikut yang muncul, apakah itu efektif? Tentu saja
sangat relatif karena harus didukung oleh kesadaran untuk memilih hidup
sehat seperti mengatur pola makan dan istirahat cukup.
Tak ada yang salah dengan pemanfaatan multivitamin. Namun, ada
baiknya Anda mulai mempertimbangkan cara lain yang lebih alami guna
mengatasi penurunan imunitas atau daya tahan tubuh, yakni memanfaatkan
khasiat bawang putih, jamur shitake, kacang brasil, alpukat, dan jeruk
bali.
Seorang pecinta bahan pangan organik dari Singapura, Andrew Behrendt,
dalam tulisannya Solution For Low Immunity, menjelaskan bahan alami
tersebut mampu memberi pasokan mineral, vitamin A, B, C, dan E, serta
asam lemak esensial. Kelima bahan tersebut terbukti mampu menjadi turbo
boost atau pendongkrak kekebalan tubuh melawan demam dan flu karena
perubahan cuaca.
Berikut kelima jenis bahan alami tersebut:
1. Bawang Putih
Bumbu dapur ini sumber alami antimikroba dan jamur. Bawang juga
dapat merangsang tubuh memproduksi sel darah putih yang bermanfaat
untuk melawan bakteri merugikan. Komponen utama yang bermanfaat bagi
kesehatan dalam bawang putih disebut allicin.
Untuk mendapatkan manfaat maksimalnya, sebaiknya biarkan bawang
putih terpapar udara bebas selama 10 menit sebelum dicampurkan ke dalam
masakan. Jika akan dimakan langsung atau dikunyah, sebelumnya cuci
lalu bersihkan kulit lapisannya dan pilih yang masih segar.
Untuk menetralkan bau mulut setelah mengonsumsi bawang putih, Anda
dapat mengunyah peterseli segar (daun campuran sup). Sementara untuk
menghilangkan bau di tangan, Anda dapat menggosok tangan dengan sedikit
lemon.
2. Jamur Shitake
Jamur ini berbentuk seperti payung, warnanya berkisar dari cokelat
sampai cokelat tua. Memiliki rasa yang kuat dan mengandung lentin yang
mampu memicu produksi interferon, pelawan virus dan bakteri yang mampu
melemahkan daya tahan tubuh. Beberapa studi di Penn State University,
Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa jamur ini mengandung 40 kali
antioksidan yang terdapat pada gandum. Kemampuan jamur ini telah membuat
para ilmuwan tertarik untuk memanfaatkannya sebagai bahan penambah
daya tahan tubuh.
Dibandingkan dengan jamur maitake, jamur ini lebih tahan lama karena
bisa bertahan sampai 14 hari berada dalam kantong kertas atau disimpan
dalam lemari es. Shitake bisa dimanfaatkan untuk segala jenis masakan,
tetapi biasa digunakan sebagai campuran sup atau pasta.
3. Kacang Brasil
Kacang brasil mengandung mineral selenium yang berperan dalam
mencegah demam. Dibandingkan dengan kacang lainnya, kacang brasil
selain memiliki kandungan selenium tinggi, juga kaya nutrisi penting
seperti magnesium, zat besi, vitamin E, glutathion, dan zinc.
Untuk mendapatkan manfaatnya Anda bisa merebus kacang ini atau mengonsumsinya sebagai campuran makanan.
4. Alpukat
Alpukat sejauh ini menjadi salah satu buah favorit untuk menangkal
gejala flu. Kandungan vitamin E-nya mampu menetralkan radikal bebas dan
menekan risiko infeksi, sedangkan vitamin B-nya membantu produksi
antibodi secara alami. Kandungan omega-6, asam lemak esensial dalam
alpukat, juga bermanfaat untuk meredakan radang. Beberapa penelitian
membuktikan buah ini mampu meningkatkan sistem imun dan dapat
dikonsumsi siapa pun.
Untuk memanfaatkan buah ini relatif mudah, sebagai campuran minuman
sari buah atau dijus langsung tanpa gula ditambah sedikit es.
5. Jeruk Bali
Jeruk Bali memang merupakan salah satu buah yang sangat baik untuk
dikonsumsi. Selain rasanya yang unik, jeruk ini memiliki khasiat yang
sangat baik untuk kesehatan tubuh. Bila kita mengkonsumsi jeruk ini,
kita dapat terhindar dari berbagai penyakit karena jeruk ini juga mampu
untuk menjaga kesehatan gusi, kerusakan pada lambung serta lain
sebagainya.
Kandungan betakaroten, folat, dan potasiumnya menjadi komponen
penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh. Buah ini juga berpotensi
sebagai “alat” detoksifikasi karena mengandung antioksidan tinggi,
yakni 350 mikrogram vitamin C per 100 gram daging jeruk.
Kandungan vitamin C ini sangat baik untuk sumber antioksidan.
Bahkan, para perokok dianjurkan mengonsumsi jeruk bali paling tidak dua
"siung" (helai dalam buah) setiap hari.
Untuk memanfaatkannya, ambil satu buah jeruk bali ukuran sedang yang
telah dikupas dan dibuang isinya. Masukkan ke dalam blender, campur
dengan air secukupnya. Jika suka, tambahkan satu sendok madu atau buah
lainnya seperti mangga atau pir. Cara lain, siapkan satu buah jeruk
bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya dan 1 cm jahe
kupas. Masukkan bahan-bahan tersebut ke blender dengan ditambah sedikit
air atau tidak sama sekali sesuai selera.
Untuk campuran salad, ambil 200 gram pepaya, 200 gram apel, 200 gram
nanas, 200 gram melon (semuanya dipotong dadu), dan jeruk bali ukuran
sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya lalu dipotong-potong
sesuai selera. Tambahkan juga stroberi dan kiwi untuk hiasan. Siapkan
juga bahan dressing, campuran alpukat yang telah diblender halus dengan
mayones.
Tambahkan empat sendok madu pengganti pemanis, kocok dengan mikser
sampai rata, beri air secukupnya lalu aduk rata. Selanjutnya, bahan
buah segar diatur dalam mangkuk atau piring, kemudian disiram dengan
dressing.