Jamaah
Ikwanul Muslimin di Mesir, sesudah menyelenggarakan pertemuan selama
dua hari, berhasil memilih pemimpin Partai Kebebasan dan Keadilan.
Pertemuan Dewan Syuro yang berlangsung di Cairo, berhasil mengambil
keputusan penting, dan ini merupakan pertemuan dan keputusan yang
bersejarah selama 16 tahun, sejak pemerintahan Hosni Mubarak, yang terus
menerus memberangus aktivitas politik Jamaah Ikhwan.
Banyak masalah yang dibahas, termasuk masa depan Partai Kebebasan dan
Keadilan yang baru terbentuk, dan peranannya dalam perjuangan politik
di Mesir.
Sementara, Jamaah Ikhwanul Muslimin melalui Partai Kebebasan dan
Keadilan, hanya akan mencalonkan calon presiden dari anggotanya, jika
dalam pemilihan parlemen yang akan berlangsung pada September
mendatang, dan Partai Kebebasan dan Keadilan mendapatkan 50 persen
kursi dari seluruh jumlah kursi di parlemen.
Sampai hari akhir dalam pertemuan Dewan Syuro, tidak diputuskan
kepada siapa Partai Kebabasan dan Keadilan akan memberikan dukungan
politiknya pada kandidat presiden mendatang. Nampaknya, Jamaah Ikhwan di
Mesir, sangat hati-hati dalam mengambil keputusan politik, yang
berkaitan dengan pemilihan presiden Mesir mendatang. Jamaah Ikhwan masih
akan menunggu, seberapa besar dukungan rakyat Mesir terhadap Partai
Kebebasan dan Keadilan yang akan ikut dalam proses politik di Mesir.
Pertemuan itu berkahir dengan memilih Dr Mohamed Morsy, yang pernah
memimpin blok oposisi di Parlemen Mesir, sebagai pemimpin Keadilan yang
baru terbentuk, dan Dr Essam Al-Erian sebagai wakil nya. Sedangkan Dr
Saad Ketatny menjadi Sekjen (Sekrateris Jendral) partai yang baru itu.
Ketiganya adalah untuk meninggalkan posisi mereka saat ini dijabat dalam
biro ekskutif di dalam Jamaah Ikhwan. Ketiga juga merupakan tokoh-tokoh
senior dalam Jamaah Ikhwan di Mesir.
Jamaah Ikhwan di Mesir memilih kebijakan, di mana memisahkan Partai
dari Jamaah. Jamaah tetap dikelola dan dipimpin oleh Dr.Mohammad Badie
sebagai Muryid 'Aam, sedang Partai Keadilan di pimpin Mohamed Morsy dan
Dr Essam El Erian serta Dr. Saad Ketany. Ketiga tokoh Jamaah Ikhwan
kemudian melepaskan jabatannya di biro Eksekutif Biron Jamaah Ikwhan.
Meskipun tidak ada keputusan yang diputuskan, apakah akan membentuk
koalisi dengan kekuatan politik lainnya, tetapi Jamaah Ikhwanul
nampaknya akan bekerja dengan kelompok politik lain untuk membangun
Mesir sesuai dengan visi politik masa depan yang diyakini.
Ketatny menjelaskan bahwa begitu partai mengeluarkan keputusannya
akan mandiri menjadi entitas yang terpisah Jamaah Ikhwan, meskipun
Jamaah Ikhwan dan Partai Kebebasan akan mengkoordinasikan
kebijakan-kebijakan yang penting dan strategis.
Jamaah Ikhwan menegaskan bahwa partai akan mencakup anggota dari
seluruh lapisan masyarakat Mesir. Partai Kebebasan dan Partai Keadilan
akan menjadi kekuatan sipil dengan prinsip-prinsip dasar Islam, yang
cocok untuk semua ketentuan hukum Mesir dan konstitusi.
Morsy mempertahankan bahwa Jamaah adalah Jamaah Islam yang hanya
mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategis bagi partai, dan tidak akan
terlibat dalam hal-hal yang sifatnya orperasional partai.