
JAKARTA - Pesona sosok Briptu Norman ternyata juga "menyihir" Ketua DPR Marzuki Alie. Marzuki mengakui bahwa sosok polisi asal Gorontalo ini sangat menarik hati masyarakat. "Menarik ya. Di saat polisi masih mentransformasi diri dari posisinya selama ini sebagai bagian dari TNI menjadi civil society, ini sangat menarik bagi kita yang merasakan sikap sebagian polisi selama ini yang tidak merakyat, tidak bersahabat," katanya di Gedung DPR.
Politisi Demokrat ini menilai, Briptu Norman menunjukkan sisi lain
kepolisian yang lebih humanis dan menyentuh hati. Hal ini misalnya
ditunjukkan oleh sikap Briptu Norman dalam menasihati dan menghibur
sahabatnya.
Marzuki pun yakin bahwa Briptu Norman melakukan tugas dan kewenangannya melalui pendekatan-pendekatan yang humanis.
"Saya yakin beliau ini juga melayani masyarakatnya dengan cara yang
humanis juga. Ini yang harus ditumbuhkembangkan agar polisi datang
dengan sikap yang manis, menyejukkan, menyenangkan, dan melayani. Jadi,
menegakkan hukum dengan tidak memakai cara-cara seperti zaman dulu,
tetapi sudah berubah dengan reformasi di tubuh kepolisian," ujarnya.
Marzuki mengaku sejak awal sudah berpendapat bahwa Briptu Norman tak
layak dijatuhkan sanksi saat rekaman videonya melakukan sinkronisasi
lagu dan bibir serta menggerakkan tubuh seperti tarian India diunggah di
situs Youtube dengan judul "Polisi Gorontalo Menggila".
Marzuki pun merasa bersyukur ketika dukungan untuk Briptu Norman
semakin besar. "Ini bentuk dukungan masyarakat terhadap wajah lain
kepolisian. Momentum ini bisa dimanfaatkan kepolisian untuk memperbaiki
citra polisi selama ini," katanya.
Senada dengan Marzuki Alie,
aksi Brigadir Satu Norman Kamaru yang ngetop melalui aksi lip sync lagu
India di Youtube, disebabkan dua hal yakni kepribadian Norman yang
totalitas serta kerinduan masyarakat akan sosok polisi yang humanistik.
Demikian dikatakan Ahli Psikologi Dicky Pelupessy, S.Psi., MSc. di
Jakarta.
Kepribadian polisi dari kesatuan Brigade Mobil (Brimob)
itu juga ditangkap masyarakat sebagai sosok yang berbeda. "Terlebih,
masyarakat mengalami kejenuhan yang klimaks akibat situasi politik,
ekonomi dan keamanan yang tidak menentu akhir-akhir ini," ujarnya.
Ketenaran Briptu Norman juga didukung faktor kecanggihan situs video
jejaring sosial Youtube. Alhasil, masyarakat awam yang tak terkenal pun
bisa ngetop melalui You Tube, apalagi judul video yang diunggah teman
Briptu Norman itu berjudul "Polisi Gorontalo menggila".
Sementara Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli
Amar mengatakan, aksi Briptu Norman bisa menjadi salah satu jalan guna
mewujudkan pola hubungan kemitraan polisi dengan masyarakat yang sedang
dibangun Polri. Diharapkan, dampak respon positif atas aksinya itu juga
semakin mendekatkan masyarakat dengan polisi dalam menjaga keamanan dan
ketertiban bersama.