"Polisi Gorontalo Menggila" Lunturkan Citra Negatif Kepolisian RI

Written By Juhernaidi on Kamis, 14 April 2011 | 9:25:00 AM

ILUSTRASI: Di saat polisi masih mentransformasi diri dari posisinya selama ini sebagai bagian dari TNI menjadi civil society, dengan adanya aksi kocak Polisi Gorontalo dalam YouTube sangat menarik bagi kita yang merasakan sikap sebagian polisi selama ini yang tidak merakyat, tidak bersahabat. Demikian menurut Ketua DPR Marzuki Alie. (foto: cakrawalainterprize.com)
JAKARTA  - Pesona sosok Briptu Norman ternyata juga "menyihir" Ketua DPR Marzuki Alie. Marzuki mengakui bahwa sosok polisi asal Gorontalo ini sangat menarik hati masyarakat. "Menarik ya. Di saat polisi masih mentransformasi diri dari posisinya selama ini sebagai bagian dari TNI menjadi civil society, ini sangat menarik bagi kita yang merasakan sikap sebagian polisi selama ini yang tidak merakyat, tidak bersahabat," katanya di Gedung DPR.
Politisi Demokrat ini menilai, Briptu Norman menunjukkan sisi lain kepolisian yang lebih humanis dan menyentuh hati. Hal ini misalnya ditunjukkan oleh sikap Briptu Norman dalam menasihati dan menghibur sahabatnya.
Marzuki pun yakin bahwa Briptu Norman melakukan tugas dan kewenangannya melalui pendekatan-pendekatan yang humanis.
"Saya yakin beliau ini juga melayani masyarakatnya dengan cara yang humanis juga. Ini yang harus ditumbuhkembangkan agar polisi datang dengan sikap yang manis, menyejukkan, menyenangkan, dan melayani. Jadi, menegakkan hukum dengan tidak memakai cara-cara seperti zaman dulu, tetapi sudah berubah dengan reformasi di tubuh kepolisian," ujarnya.
Marzuki mengaku sejak awal sudah berpendapat bahwa Briptu Norman tak layak dijatuhkan sanksi saat rekaman videonya melakukan sinkronisasi lagu dan bibir serta menggerakkan tubuh seperti tarian India diunggah di situs Youtube dengan judul "Polisi Gorontalo Menggila".
Marzuki pun merasa bersyukur ketika dukungan untuk Briptu Norman semakin besar. "Ini bentuk dukungan masyarakat terhadap wajah lain kepolisian. Momentum ini bisa dimanfaatkan kepolisian untuk memperbaiki citra polisi selama ini," katanya.

Senada dengan Marzuki Alie, aksi Brigadir Satu Norman Kamaru yang ngetop melalui aksi lip sync lagu India di Youtube, disebabkan dua hal yakni kepribadian Norman yang totalitas serta kerinduan masyarakat akan sosok polisi yang humanistik. Demikian dikatakan Ahli Psikologi Dicky Pelupessy, S.Psi., MSc. di Jakarta.

Kepribadian polisi dari kesatuan Brigade Mobil (Brimob) itu juga ditangkap masyarakat sebagai sosok yang berbeda. "Terlebih, masyarakat mengalami kejenuhan yang klimaks akibat situasi politik, ekonomi dan keamanan yang tidak menentu akhir-akhir ini," ujarnya.

Ketenaran Briptu Norman juga didukung faktor kecanggihan situs video jejaring sosial Youtube. Alhasil, masyarakat awam yang tak terkenal pun bisa ngetop melalui You Tube, apalagi judul video yang diunggah teman Briptu Norman itu berjudul "Polisi Gorontalo menggila".

Sementara Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli Amar mengatakan, aksi Briptu Norman bisa menjadi salah satu jalan guna mewujudkan pola hubungan kemitraan polisi dengan masyarakat yang sedang dibangun Polri. Diharapkan, dampak respon positif atas aksinya itu juga semakin mendekatkan masyarakat dengan polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Simulasi Jangka Sorong