PEKANBARU – Hasil kajian Kementerian Dalam Negeri RI bahwa Riau layak
tambahan dua provinsi lagi seakan menjadi gayung bersambut dengan
keinginan masyarakat untuk membentuk provinsi baru yakni Provinsi Riau
Pesisir.
Menurut Penasihat Tim Ahli Pembentukan Provinsi Riau Pesisir, Nawazir
Kadir kepada Riau Pos, Rabu (27/4), pemekaran provinsi mempercepat
pengembangan dan mengefektifkan pemanfaatan potensi wilayah bagi
terwujudnya Indonesia yang sejahtera dengan daya saing yang tinggi.
Nawazir Kadir menegaskan, kajian pihak Mendagri yang dipimpin Gamawan
Fauzi ditilik dari potensi fiskal Riau yang besar dan dukungan geo
politik yang ada. Maka menurutnya, jajarannya yang sudah mewacanakan dan
menyuarakan pembentukan Provinsi Riau Pesisir ini sangat mendukung
terealisasinya provinsi baru ini.
Bisa saja nanti ibu kota Provinsi Riau Pesisir adalah Siak atau
Dumai. Nilai historis ini sangat penting, karena sebelum Indonesia
merdeka, daerah-daerah itu sudah punya historis bernilai strategis.
Kedua wilayah ini memang dari kajian pihaknya juga lamban berkembang
padahal potensinya sangat luar biasa dari sisi fiskal dan geo politik.
Ketua Komite Pembentukan Provinsi Riau Pesisir Ahmad Jony Marzainur
SH kepada Riau Pos mengatakan, hal-hal yang mendukung terwujudnya
keinginan itu adalah, eks Kabupaten Bengkalis mempunyai sumber daya alam
yang banyak.
Selain itu juga perusahaan-perusahaan sawit. ‘’Kita berhadapan
langsung dengan negara tetangga. Budaya masyarakat kita adalah berdagang
dengan lintas batas. Jadi mereka mampu untuk penggerak,’’ ucapnya.
Dia menjelaskan, dengan modal itu, Bengkalis lama, wajar untuk
dijadikan provinsi sendiri. Paling utama, ucapnya, provinsi baru dapat
memperpendek rentang kendali untuk urusan birokrasi dan lainnya. Dari
segi jumlah penduduk, tambahnya lagi, tak menjadi persoalan.
‘’Kita yang berhadapan langsung dengan negara tetangga, selalu saja
kalah. Saat ini kita hanya menjadi pemasok keperluan mereka. Kita ingin,
dengan provinsi sendiri, kita bisa lebih maju, paling tidak setara
dengan mereka,’’ harapnya.