
CALIFORNIA – Kantor wilayah Greater Los Angeles Dewan Hubungan Amerika-Islam (Council on American-Islamic Relations / CAIR-LA), bersama dengan anggota komunitas Muslim Riverside, ikut serta dalam sebuah reli pada hari Sabtu sebagai bentuk perlawanan terhadap kelompok neo-Nazi yang telah berkumpul untuk memprotes buruh siang hari.
Penyelenggara protes tandingan ini mengatakan bahwa lebih dari 600
anggota dengan berbagai keyakinan agama dan latar belakang bergabung
dalam reli untuk menyuarakan perlawanan terhadap kebencian dan fanatisme
yang dianut oleh neo-Nazi.
Direktur eksekutif CAIR-LA Hussam Ayloush, yang ikut dalam reli bersama anak-anaknya, mengatakan:
"Penting bagi semua warga Amerika – baik itu Muslim, Yahudi, Kristen,
Asia, Latin, Afrika-Amerika, atau yang lainnya – untuk dengan kuat dan
tegas menyuarakan perlawanan terhadap kebencian dan fanatisme mereka
yang ingin mendehumanisasikan orang lain."
"Saya membawa serta anak-anak saya yang telah remaja ke protes
tandingan ini untuk memastikan bahwa mereka tidak akan pernah meremehkan
pengorbanan para aktivis hak-hak sipil seperti Dr. Martin Luther King
Jr., Malcolm X dan Cesar Chavez.
"Dengan krisis ekonomi yang terus berlanjut, kelompok-kelompok
anti-imigran dan rasis semakin mempromosikan sentimen anti-imigran
dengan menyalahkan mereka secara tidak adil – baik yang legal maupun
ilegal – karena mencuri lapangan kerja rakyat Amerika."
"CAIR-LA menolak pengkambinghitaman seperti itu dan menyerukan
dilakukannya reformasi imigrasi yang memelihara harga diri dan
menghormati para imigran serta keluarga mereka."
Kelompok neo-NAZI, Gerakan Sosialis Nasionalis, menggelar sebuah reli bulan lalu namun dihadang oleh ratusan pemrotes tandingan.
Awal bulan ini, umat Yahudi di Kuil Beth El di Riverside mengalami
intimidasi dan pelecehan oleh kelompok neo-Nazi yang memegang tanda dan
bendera bergambar swastika Nazi di depan sinagog.
CAIR-LA bersama dengan Islamic Center Riverside dan Masyarakat Islam
Corona/Norco mengecam keras pelecehan rasis terhadap umat Yahudi itu.
Bersama dengan 20 organisasi lainnya, CAIR-LA merencanakan sebuah protes
tandingan terhadap reli neo-Nazi itu pada tanggal 24 Mei.
"Kami mengecam keras segala upaya untuk mengintimidasi atau
mengganggu ketenangan para umat yang sedang mempraktikkan haknya untuk
bebas beribadah di Kuil Beth El," ujar Hussam Ayloush.
"Kami berdiri di samping tetangga Yahudi kami dan menyampaikan rasa simpati, dukungan, serta persahabatan."
Ayloush mengatakan bahwa para pemimpin dan perwakilan komunitas
Muslim juga berencana mengunjungi Kuil Beth El untuk menunjukkan
dukungan mereka terhadap umat Yahudi
"Kota Riverside dan penduduknya tetap bersatu dalam menghadapi
fanatisme semacam itu," ujar Dr. Mustafa Kuko, direktur relijius Islamic
Center Riverside.