TRIPOLI - Suara empat ledakan
terdengar begitu keras di ibukota Libya, Tripoli ketika jet tempur
salibis NATO terbang mengitari seluruh wilayah ibukota dan melancarkan
serangan udara.
Ledakan mengguncang wilayah di dekat Tripoli tengah pada Rabu
(25/5/2011) malam, tetapi target sebenarnya tidak dapat diidentifikasi,
lapor AFP.
Pada Rabu pagi, beberapa rudal menghantam distrik Bab Al-Aziziya di Tripoli, dimana penguasa diktator Libya berada.
Pesawat-pesawat tempur NATO juga menyerang kediaman Gaddafi pada
Senin (23/5). Otoritas Libya mengatakan 19 oran tewas dan lebih dari
150 terluka dalam serangan udara tersebut.
Sebelumnya, Barack Obama mengatakan bahwa tekanan terhadap Gaddafi akan terus dilanjutkan sampai dia meninggalkan kekuasaannya.
NATO dan AS melakukan intervensi militer terhadap Libya dengan
memegang restu dari Dewan Keamanan PBB dan mengklaim berencana
melindungi sipil Libya dari serangan tentara loyalis Gaddafi. Namun
fakta dilapangan mengatakan bahwa setelah NATO masuk, jumlah korban
sipil terus berjatuhan dan meningkat tajam.
