
Arsip kepresidenan yang ditandatangani Presiden Uni Soviet pada masa
itu, Leonid Brezhnev, dan diberi kode "mutlak rahasia" dibacakan pejabat
teras arsip Istana Kremlin, Alexander Stepanov, dalam jumpa pers di
Moskwa.
Arsip itu mengungkapkan, sebuah komisi pada era Uni Soviet
menyimpulkan pada 28 November 1968—sehari setelah musibah menimpa
Gagarin—bahwa penyebab tewasnya Gagarin adalah pesawat jetnya terlalu
tajam bermanuver saat menghindari sebuah balon cuaca. Alasan lain—tetapi
ini kurang diyakini—adalah menghindar masuk batas teratas lapisan awan.
Stepanov mengungkapkan, pada saat itu bermunculan berbagai spekulasi
mengenai penyebab tewasnya Gagarin. Spekulasi itu termasuk tuduhan
sabotase atau konspirasi yang diduga dilakukan Brezhnev, yang merasa
"tersaingi" atau kalah populer dengan kosmonot pertama ini.
"Semoga diungkapkannya arsip ini akan menghilangkan berbagai
spekulasi yang beredar di Rusia atau di dalam buku-buku 'sejarah semu'
yang pernah terbit," kata Stepanov.
Setengah abad Gagarin
Pengungkapan arsip rahasia Istana Kremlin itu dilakukan dalam rangka
memperingati setengah abad keberhasilan Gagarin melakukan penerbangan
pesawat berawak manusia pertama mengelilingi orbit bumi selama 108 menit
pada 12 April 1961.
Keberhasilan Gagarin di ruang angkasa itu juga dianggap sebagai
simbol "kemenangan" Uni Soviet atas Amerika Serikat dalam "perlombaan"
di ruang angkasa pada masa Perang Dingin.
Menurut arsip tersebut, manuver yang dilakukan Gagarin atau
kopilotnya, Vladimir Seryogin, menyebabkan pesawat jet itu dalam
"kondisi superkritis sehingga pesawat (mengalami) stall pada saat
kondisi meteorologis yang kompleks".
Dalam rangka peringatan 50 tahun keberhasilan Gagarin pekan depan,
Rusia juga meluncurkan pesawat ruang angkasa Soyuz, Selasa lalu. Pesawat
berawakkan dua orang Rusia, kosmonot Alexander Samokutyaev dan Andrei
Borisenko, serta seorang astronot AS, Ronald Garan.
Hari Kamis atau dua hari setelah melakukan perjalanan, kapsul TMA-21
yang diukir dengan gambar Gagarin itu berhasil
melakukan docking (merapat) ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS)
pada saat stasiun itu sedang mencapai orbit di atas Pegunungan Andes,
Cile.
Misi Rusia di ISS itu juga menandai sudah berakhirnya masa-masa Perang Dingin seperti yang terjadi pada masa lalu.
Peluncuran Soyuz juga dilakukan di Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan,
lokasi yang sama Gagarin terbang dalam misi ruang angkasa bersejarah
pada 12 April 1961.
Misi kali ini memang menjadi bagian utama perayaan peringatan
keberhasilan Gagarin, yang diprakarsai Presiden Rusia Dmitry Medvedev.
Hari Kamis lalu, berbicara dalam kaitan peringatan yang sama, Perdana
Menteri Vladimir Putin mengungkapkan, Rusia akan meningkatkan upaya
mereka untuk melakukan eksplorasi pada sistem matahari pada dekade
mendatang.
Putin juga mengatakan akan meningkatkan aktivitas ruang angkasa
mereka dari semula 40 persen dari seluruh aktivitas ruang angkasa yang
dilakukan dunia menjadi 50 persen dalam waktu dekat.
Proyek ruang angkasa Soyuz dalam waktu dekat juga akan menjadi proyek
ruang angkasa satu-satunya yang melibatkan pengiriman manusia ke ISS.
Pesawat ulang-alik AS, Endeavour, direncanakan mengangkasa akhir
bulan ini dengan membawa sejumlah eksperimen fisika untuk stasiun ruang
angkasa itu. Atlantis akan menutup program ulang-aliknya pada musim
panas mendatang.
Menunggu sampai ada perusahaan swasta menangani pengangkutan dari dan
ke stasiun ruang angkasa, NASA untuk sementara akan membayar agen ruang
angkasa Rusia untuk mengerjakannya, melalui Soyuz.
Klik disini untuk melivat video peluncuran Vostok 1 tahun 1961.