Jalan dari kota barat laut Pakistan Bannu menuju Ghulam Khan di
perbatasan Afghanistan akan memakan biaya empat miliar rupee ($
48.000.000), militer mengatakan dalam sebuah pernyataan, menambahkan hal
tersebut ditujukan untuk pembangunan sosial dari wilayah kesukuan.
Proyek yang diperkirakan akan selesai dalam 18 bulan ini,
menghubungkan daerah terpencil Waziristan Utara ke bagian lain negara,
katanya.
"Jalan ini akan menyediakan jalur perdagangan utama antara Pakistan
dan Afghanistan. Hal ini akan membuka beberapa peluang bagi masyarakat
Waziristan Utara," tambahnya.
Amerika Serikat telah melabeli daerah kesukuan barat laut, yang
terletak di luar kontrol pemerintah Pakistan, sebagai sebuah markas
global Al-Qaeda dan salah satu tempat paling berbahaya di bumi.
Para pejabat AS telah menekan Pakistan untuk membuka serangan besar
di Waziristan Utara, tapi komandan Pakistan mengatakan pasukan mereka
sudah kewalahan.
Dengan 147.000 pasukan diperkirakan berada di barat laut - lebih dari
jumlah pasukan asing yang dipimpin AS di Afghanistan - tentara Pakistan
juga telah mengalami kerugian besar.
Berbicara kepada tetua suku, Jenderal Kayani mengatakan ia menghargai
mereka atas "dukungan mereka dan mengakui pengorbanan mereka dalam
perang melawan terorisme."
Dia mengulangi tekad tentara untuk membawa perdamaian dan stabilitas
di daerah yang dilanda perang itu dan untuk melindungi kehidupan dan
properti suku-suku di sana, dari semua ancaman internal maupun
eksternal.
Waziristan Utara, dianggap sebagai benteng Taliban Afghanistan dan Al-Qaeda di Pakistan, telah menjadi target serangan berulang-ulang pesawat AS.
Serangan-serangan tersebut meningkat dua kali lipat di daerah itu
tahun lalu, dengan lebih dari 100 serangan pesawat tak berawak yang
menewaskan lebih dari 670 orang pada tahun 2010 dibandingkan dengan 45
serangan yang menewaskan 420 orang di tahun 2009, menurut hitungan AFP.
Sementara itu kepala Angkatan Darat dan pejabat intelijen dari
Afghanistan dan Pakistan, dipimpin oleh presiden mereka, berjanji untuk
melakukan kerjasama militer terhadap kelompok perlawanan Taliban dalam pembicaraan yang disponsori Turki di Ankara pada hari Rabu (14/04)
Presiden Afghanistan Hamid Karzai bertemu dengan rekan Pakistannya,
Asif Ali Zardari, dalam pertemuan trilateral yang diselenggarakan oleh
Presiden Turki Abdullah Gul di Istana Cankaya di ibukota Turki Ankara.
Gul, yang memimpin pembicaraan itu, mengatakan kepada konferensi pers
bersama bahwa partisipasi dari masing-masing kepala staf, komandan
angkatan darat dan pejabat intelijen senior adalah "yang paling penting"
dalam unsur pembicaraan.
Sebuah deklarasi bersama yang dikutip oleh AFP mengatakan wakil dari
tiga negara sepakat untuk melanjutkan kontak "dalam format fungsional
dan komprehensif terhadap berbagai tingkatan."
Militer dan pejabat intelijen akan bertemu sekali dalam setahun
sebagai bagian dari delegasi yang dipimpin oleh menteri luar negeri,
tambahnya.
Ketiga negara itu juga tampaknya akan melakukan latihan militer
bersama untuk meningkatkan taktik perang di wilayah mereka. Militer
Turki mengatakan puluhan tentara infanteri dari tiga negara akan
menghadiri latihan.
Turki, satu-satunya anggota NATO dari negara Muslim, telah melatih
pasukan keamanan Afghanistan di Turki dan di Kabul sejak tahun 2001.
Beberapa ratus Afghan telah mengikuti perguruan tinggi perang Turki atau
program anti-terorisme yang diselenggarakan oleh perwira tentara Turki.