NHN Corp. dan Daum Communications Corp., dua
perusahaan yang mengendalikan portal internet terbesar di Korea itu
menyebutkan telah mengajukan berkas tuntutannya melawan Google mengenai
regulasi antitrust untuk praktek monopoli yang tidak adil ke Fair Trade
Commission (FTC) Korea.
Dalam berkas aduannya, NHN dan Daum
mengeluhkan kebijakan Google yang tidak memungkinkan operator dan vendor
ponsel lokal menanamkan aplikasi pencarian mereka pada handset berbasis
Android.
Diberitakan Bloomberg, berdasarkan laporan NHN dan
Daum, Google telah memblokir operator dan partner lain memasukkan
aplikasi pencarian web yang dibuat oleh perusahaan lain.
"Smartphones yang menggunakan OS Android memiliki mesin pencarian
yang telah terpasang sebagai default navigation tool dan secara
sistematis dirancang agar secara virtual tidak bisa berganti ke opsi
lain," ujar juru bicara NHN.
Senada dengan NHN, Daum menyebutkan
aturan ini membatasi kesempatan bagi perusahaan lain menawarkan layanan
serupa untuk berkompetisi, membatasi pilihan konsumen dan menghambat
pertumbuhan pasar internet mobile mengingat operator dan pembuat handset
tidak diperkenankan menawarkan layanan dan produk berbeda.
Sementara
Google, menanggapi hal ini mengaku belum dihubungi oleh FTC Korea. Juru
bicara Google Korea, Lois Kim menyebutkan akan bekerjasama dengan FTC
Korea untuk menampung semua keluhan dan pertanyaan yang ingin
disampaikan pelapor.
“Kami meminta operator dan mitra produsen Google tidak dilarang memilih aplikasi dan layanan" kata Kim.
"Android
adalah platform terbuka, operator dan perusahaan yang menjadi partner
bebas menentukan aplikasi dan layanan apa saja yang ingin dimasukkan ke
ponsel Android mereka,"tutpnya.
sekedar diketahui, Sebelumnya
Microsoft juga melayangkan keluhan kepada regulator Uni Eropa dan
mengklaim bahwa rival mereka telah melakukan praktik monopoli dalam
pencarian dan iklan di internet.
Ini merupakan kali pertama
Microsoft melayangkan tuntutan antitrust formal kepada agensi
pemerintahan atas salah satu rivalnya. Sebelumnya Microsoft tercatat
pernah melontarkan tuduhan kepada Google secara terbuka hingga tiga
kali. Salah satunya adalah tuduhan bahwa Google telah mempersulit ponsel
berbasis Windows untuk mengakses YouTube.