Juga dianjurkan menambah asupan buah-buahan, polong-polongan, dan
asam lemak omega-3 untuk membantu metabolisme lemak dan mengurangi
produksi trigliserida.
Tak sulit mendapatkan bahan makanan sahabat hati ini:
* Bawang (putih dan bombay). Mengandung sulfur yang
membantu menyapu berbagai zat racun seperti obat-obatan kimia,
alkohol, pestisida, dan polutan lingkungan lainnya.
* Brokoli, kubis, kembang kol, kol brussel. Kandungan vitamin K-nya penting untuk proses detoksifikasi.
* Artichoke. Sayuran ini mengandung asam caffeoylquinat
yang sanggup melindungi sekaligus meregenerasi hati. Artichoke juga
meningkatkan produksi empedu. Dalam suatu studi, 30 menit setelah makan
artichoke terjadi peningkatan aliran empedu sampai 100 persen.
* Polong-polongan seperti kacang merah, kacang
polong, kedelai, mengandung asam amino arginin yang diperlukan dalam
detoksifikasi amonia, yaitu produk sampah dari pencernaan protein.
* Bekatul, oat bran, atau beras merah, juga buah pir dan apel. Serat larut air ini membantu lever mengeluarkan kolesterol dan cairan empedu ketika kita makan makanan berminyak.
* Kunyit. Bumbu masakan ini mengandung kurkumin
yang secara tradisional telah digunakan sebagai obat untuk gangguan
lever. Dua studi terbaru pada tikus yang dipapar dengan merkuri,
menunjukkan kunyit mampu melindungi hati dari serangan racun kimia itu.
Zat warna kuning kurkumin bersifat antioksidan dan antiinflamasi.
* Bit adalah tonik pembersih darah yang baik dan mampu menyerap logam berat.
* Protein makanan dari tahu, ikan, dan ayam organik akan menjaga pertumbuhan jaringan tubuh serta mencegah terbentuknya perlemakan di hati.
* Makanan sumber antioksidan. Studi yang dilakukan
di US Department of Agriculture (USDA), Tuffs University menemukan
bahwa buah yang paling kaya antioksidan adalah bluberi, stroberi, beri
hitam, rasberi, jeruk, melon, apel, pir, plum, dan grape fruit. Apel
juga mengandung pektin yang mampu mengikat logam berat dan
mengeluarkannya dari tubuh.
* Makanan kaya folat, flavonoid, magnesium, zat besi, sulfat, selenium, vitamin B2, B3, B6, B12, C, dan E, untuk menangkal radikal bebas dan membantu pembersihan racun perusak jaringan tubuh.
* Minum air putih sekitar 2 liter per hari. Minum
air hangat yang dibubuhi air perasan lemon begitu bangun pagi akan
membantu membersihkan lever. Juga merangsang produksi empedu dan
mencuci perut.
- Hal ini pun perlu perhatian:
* Masak sayuran dengan cara dikukus atau ditumis.
* Hindari lemak jenuh dan lemak trans.
* jangan berlebihan mengonsumsi alkohol, untuk menghindari terjadinya perlemakan hati.
* Hindari konsumsi aspirin, ibuprofen, acetaminofen, antibiotik,
penenang otot, antidepresan, kafein, racun rokok, dll karena dapat
membebani kerja hati dan melukai hati.
* Konsumsi suplemen vitamin A yang berlebihan dapat membebani hati.
* Hati-hati mengonsumsi herbal, seperti kava dan komfre, karena jika tidak sesuai aturan bisa mengganggu fungsi hati.
Artichoke. Tanaman satu ini diklaim sebagai sayuran
ajaib karena mempunyai efek penyembuhan. Sayuran dengan bentuk bulat
bertangkai, dengan sisik-sisik besar berbentuk segitiga ini bekerja
dengan membantu proses detoksifikasi dan membuang cairan dan lemak yang
tidak berfungsi di dalam tubuh. Selain itu, sayuran satu ini juga
mempunyai efek positif terhadap sistem pencernaan dan membantu fungsi
hati. Para peneliti dari Jerman menemukan, jus artichoke kaya akan
flavonoid yang bisa menormalkan kadar kolesterol dalam tubuh dan
meredakan sakit akibat radang sendi. Anda bisa memanfaatkan artichoke
dengan cara mengonsumsi sebagai makanan atau menggunakan larutan atau
ekstrak daun artichoke yang tersedia di apotik.
Horsetail Plant.
Tanaman yang menyerupai asparagus dan banyak digunakan sebagai tanaman
hias di pot ini kaya akan silica, yang sangat bermanfaat dalam
menguatkan pembuluh darah. Selain itu, silica juga berfungsi mencegah
penyakit arteri dan meningkatkan aliran darah ke area tubuh yang
mengalami selulit. Silica juga membantu menangani tuberculosis, gigi
berlubang dan efektif mencegah osteoporosis, osteoarthritis dan
penyakit lain yang berkaitan dengan tulang.
Pegagan.
Ekstrak tanaman ini berfungsi menstimulasi perkembangan jaringan
penghubung yang baik dan menurunkan jumlah kolagen di area tubuh yang
mengalami selulit. Selain itu, tanaman ini juga membantu menguatkan
pembuluh darah mikro dan memperlancar aliran darah lokal. Ekstrak
tanaman ini sangat dianjurkan untuk mengatasi selulit. Anda bisa
mendapatkannya dari Apotik terdekat.
Rumput laut.
Rumput laut sangat dianjurkan sebagai pengobatan herbal untuk
mengontrol berat badan. Rumput laut mengandung yodium, elemen yang
sangat penting dalam mengatur fungsi normal kelenjar tiroid yang
berperan penting dalam proses metabolisme. Karena itu, rumput laut bisa
membantu menstimulasi proses-proses kimia di dalam tubuh, termasuk
mengeluarkan racun-racun dan elemen berbahaya lainnya. Anda bisa
mengonsumsi ekstrak rumput laut dalam bentuk tablet atau suplemen.
Ginkgo Biloba.
Tanaman ini sangat populer dan dinyatakan efektif untuk mengatasi
berbagai gangguan yang berkaitan dengan pembuluh dan sirkulasi darah.
Ginkgo membantu menormalkan aliran darah ke lengan dan kaki, membantu
mengeluarkan kelebihan cairan dan mencegah selulit.
Tanaman anggur.
Tanaman satu ini mempunyai efek yang sama dengan ginkgo. Ekstrak
tanaman ini kaya akan flavonoid dan tanin, yang sangat penting untuk
menguatkan pembuluh darah dan limpa. Anda bisa menggunakan ekstrak
kering yang dijual di apotik.