Kota ini telah berada di bawah serangan bertubi-tubi dari pasukan yang setia kepada pemimpin Muammar Gaddafi.
Saksi mengatakan sedikitnya 30 orang tewas dengan puluhan lainnya
mengalami luka-luka pada Senin kemarin (25/4), seorang koresponden Press
TV melaporkan.
Pasukan loyasli Gaddafi berhasil didorong keluar dari kota barat setelah dua bulan terjadi pertempuran sengit.
"Bentrokan terjadi di pinggiran barat, tapi wilayah lain telah
dibersihkan. Mungkin ada beberapa prajurit Gaddafi yang bersembunyi di
kota, takut dibunuh," dikutip AFP atas pernyataan pemimpin oposisi
Libya.
Sementara itu, beberapa laporan menunjukkan bahwa roket dan misil masih menghantam kota Misratah secara sporadis.
Perkembangan ini datang pada saat situasi kemanusiaan di kota barat
Misratah dengan populasi lebih dari satu juta dilaporkan semakin
mengkhawatirkan.
Banyak warga Misratah sangat membutuhkan makanan, air dan obat-obatan.