Itu diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
(BNPT) Ansyaad Mbai di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat
(22/4). Menurut Ansyaad, saat ini aksi teror yang terjadi mungkin tidak
memiliki hubungan. Namun, motif para pelaku teror sama.
"Seluruh kasus teror itu kalau case by case tidak berhubungan tapi kalau ditarik ke motifnya, kelihatan main stream-nya. Anda sudah paham itu, kan? Buktinya sudah ada di pengadilan," ujar Ansyaad.
Ansyaad menjelaskan, kelompok radikal itu terbagi menjadi dua yakni
teroris dan nonteroris. Ia mencontohkan ada beberapa kelompok radikal
yakni Negara Islam Indonesia), Jamaah Islamiyah, Jamaah Ansharut Tauhid.
"Di situ ada tokoh-tokoh yang selama ini terkenal mulai dari
Hambali, Abu Bakar Ba'asyir. Mereka kelihatan terpisah di tiap kasus,
tapi di level tertentu bisa bersatu, contohnya di Aceh," ungkapnya