JAKARTA--: Pelaku bom buku yang sempat menyebarkan
teror ke sejumlah tokoh ditenggarai kelompok baru terpelajar yang
terpisah dengan kelompok teror lama.
Pemeriksaan terhadap pelaku bom buku membuahkan 19 orang teroris
yang berhasil dibekuk Mabes Polri di 7 titik di Indonesia. Mereka
ditenggarai bertanggungjawab atas teror bom buku ke 4 tokoh beberapa
waktu lalu, bom gereja serpong, bom Puspitek dan bom Kota Wisata
Cibubur.
"Pertama yang kami tangkap satu orang di Rawamangun, dari situ
berkembang ke 3 orang di Aceh dari Aceh berkembang ke Bogor, begitu
seterusnya," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam
di Mabes Polri, Jumat (22/4).
Tujuh titik penangkapannya antara lain Aceh dengan inisial pelaku P,
J, F. Gunung sindo Bogor dengan inisial P, A, A, E, R. Kramat jati: F,
D, Y. Rawamangun: M. Pondok kop:i A D M R A. Bekasi: A serta di
Tangerang berinsial J.
Ke 19 orang ini memegang beberapa peran. Mulai dari kurir hingga
otak pelaku. Kesemua pelaku berusia kisaran 30 tahunan. Para teroris
ini, lanjut Anton, berpusat di Jakarta. Sebagian mereka melarikan diri
begitu diketahui terlibat. "Yang di Aceh itu pelarian diri dari Jakarta,
jadi bukan orang Aceh," jelsnya.
Menurut Anton kelompok muda yang diduga merupakan kelompok baru ini
memiliki motif sama dengan kelompok lama. Mereka telah menjadikan momen
Paskah sebagai target peledakan.
Anton mencontohkan bom yang ditemukan di gorong-gorong pipa gas di
sekitar gereja Cathedral Christ, Serpong, Tangerang yang telah disiapkan
2 hari lalu. Setelah pemeriksaan, seorang satpam, imbuhnya, mengaku
mendengar satu ledakan bom berdaya ledak rendah.
"Bom di Serpong direncanakan diledakkan pukul 09.00 WIB di
gorong-gorong karena misa dimulai pukul 10.00 WIB. Jadi memang mereka
mengartikan ini jihad," jelasnya.
Namun ia belum bisa memastikan kaitan kelompok ini dengan jejaring kelompok teroris sebelumnya.
"Yang jelas mereka belajar soal bom dari buku-buku. Kita belum bisa
memastikan apakah mereka terkait dengan kelompok teror yang lama,"
tegasnya.
Anton juga menegaskan saat ini pihaknya masih melakukan pemerikaan
terhadap P yang ditenggarai menjadi otak dibalik kelompok baru ini. "P
ini sudah menyiapkan perekaman ledakan. Jadi dia in membuat film untuk
diirnya sendiri," paparnya.
Meski terbilang kelompok baru, Kabagpenum Mabes Polri Kombes Boy
Rafli Amar mengakui kelompok ini tak bisa diremehkan. Total bom yang
ditemukan di Serpong, Tangerang mencapai 150 kg.
"tabung gas 3 kg saja ledakannya sangat kuat, ya coba dibayangkan sendiri kalau 150 kg," tuturnya.
Bom tersebut, imbuhnya, dipecah menjadi beberapa bagian sepanjang 5
titik gorong-gorong gereja. 40 kg bom ditemukan dalam tas ransel. tak
hanya itu dalam tas juga ditemukan pipa aluminium sebesar lengan dewasa.
"Ada juga 3 plastik berisi plastik detonator dan timer," sahutnya.
Tidak seperti bom-bom sebelumnya yang kerap memakai mur dan paku,
bom yang dirakit pelaku baru terorisme ini memanfaatkan pipa untuk
memperesar daya ledak.
"Ada beberapa cara peledakan, pertama melalui timer, kalau ini gagal, bisa melaui hanphone atau remote ccontrol," jelas Boy
Sejauh ini polisi juga tidak menemukan beking dana pihak lain di
kelompok baru ini. "Semua dibiayai oleh mereka sendiri," tegasnya.