Kelompok Baru Teroris Menyebar

Written By Juhernaidi on Sabtu, 23 April 2011 | 11:30:00 AM

 Kelompok Baru Teroris Menyebar
JAKARTA--: Pelaku bom buku yang sempat menyebarkan teror ke sejumlah tokoh ditenggarai kelompok baru terpelajar yang terpisah dengan kelompok teror lama.

Pemeriksaan terhadap pelaku bom buku membuahkan 19 orang teroris yang berhasil dibekuk Mabes Polri di 7 titik di Indonesia. Mereka ditenggarai bertanggungjawab atas teror bom buku ke 4 tokoh beberapa waktu lalu, bom gereja serpong, bom Puspitek dan bom Kota Wisata Cibubur.

"Pertama yang kami tangkap satu orang di Rawamangun, dari situ berkembang ke 3 orang di Aceh dari Aceh berkembang ke Bogor, begitu seterusnya," ungkap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jumat (22/4).

Tujuh titik penangkapannya antara lain Aceh dengan inisial pelaku P, J, F. Gunung sindo Bogor dengan inisial P, A, A, E, R. Kramat jati: F, D, Y. Rawamangun: M. Pondok kop:i A D M R A. Bekasi: A serta di Tangerang berinsial J.

Ke 19 orang ini memegang beberapa peran. Mulai dari kurir hingga otak pelaku. Kesemua pelaku berusia kisaran 30 tahunan. Para teroris ini, lanjut Anton, berpusat di Jakarta. Sebagian mereka melarikan diri begitu diketahui terlibat. "Yang di Aceh itu pelarian diri dari Jakarta, jadi bukan orang Aceh," jelsnya.

Menurut Anton kelompok muda yang diduga merupakan kelompok baru ini memiliki motif sama dengan kelompok lama. Mereka telah menjadikan momen Paskah sebagai target peledakan.

Anton mencontohkan bom yang ditemukan di gorong-gorong pipa gas di sekitar gereja Cathedral Christ, Serpong, Tangerang yang telah disiapkan 2 hari lalu. Setelah pemeriksaan, seorang satpam, imbuhnya, mengaku mendengar satu ledakan bom berdaya ledak rendah.

"Bom di Serpong direncanakan diledakkan pukul 09.00 WIB di gorong-gorong karena misa dimulai pukul 10.00 WIB. Jadi memang mereka mengartikan ini jihad," jelasnya.

Namun ia belum bisa memastikan kaitan kelompok ini dengan jejaring kelompok teroris sebelumnya.

"Yang jelas mereka belajar soal bom dari buku-buku. Kita belum bisa memastikan apakah mereka terkait dengan kelompok teror yang lama," tegasnya.

Anton juga menegaskan saat ini pihaknya masih melakukan pemerikaan terhadap P yang ditenggarai menjadi otak dibalik kelompok baru ini. "P ini sudah menyiapkan perekaman ledakan. Jadi dia in membuat film untuk diirnya sendiri," paparnya.

Meski terbilang kelompok baru, Kabagpenum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar mengakui kelompok ini tak bisa diremehkan. Total bom yang ditemukan di Serpong, Tangerang mencapai 150 kg.

"tabung gas 3 kg saja ledakannya sangat kuat, ya coba dibayangkan sendiri kalau 150 kg," tuturnya.

Bom tersebut, imbuhnya, dipecah menjadi beberapa bagian sepanjang 5 titik gorong-gorong gereja. 40 kg bom ditemukan dalam tas ransel. tak hanya itu dalam tas juga ditemukan pipa aluminium sebesar lengan dewasa. "Ada juga 3 plastik berisi plastik detonator dan timer," sahutnya.

Tidak seperti bom-bom sebelumnya yang kerap memakai mur dan paku, bom yang dirakit pelaku baru terorisme ini memanfaatkan pipa untuk memperesar daya ledak.

"Ada beberapa cara peledakan, pertama melalui timer, kalau ini gagal, bisa melaui hanphone atau remote ccontrol," jelas Boy

Sejauh ini polisi juga tidak menemukan beking dana pihak lain di kelompok baru ini. "Semua dibiayai oleh mereka sendiri," tegasnya.

Simulasi Jangka Sorong