ILUSTRASI:
Balai Arkeologi Kota Jayapura, Papua, menemukan situs megalitik di
Kampung Ayapo Baru, Distrik Senatani Timur, Kabupaten Jayapura. (foto:
Google)
JAYAPURA - Balai Arkeologi Kota Jayapura, Papua,
menemukan situs megalitik di Kampung Ayapo Baru, Distrik Sentani Timur,
Kabupaten Jayapura.
Peneliti dari Balai Arkeologi Jayapura,
Hari Suroto, kepada Kantor Berita ANTARA di Jayapura, mengatakan bahwa
situs megalitik itu ditemukan di bagian tepi Danau Sentani.
Dari hasil survei, lanjutnya, terdapat empat lumpang batu di situs
megalitik dengan formasi tiga buah lumpang batu mengitari sebuah lumpang
sebagai pusatnya.
"Lumpang batu adalah sebongkah batu yang
diberi lubang berbentuk lingkaran, dengan diameter lubang dan dalam
rata-rata 15 cm," katanya.
Dia menilai, pada masa prasejarah,
kepercayaan terhadap kekuatan alam yang menguasai kehidupan sangat
berpengaruh di Kampung Ayapo. Ini dibuktikan oleh adanya empat lumpang
batu yang berfungsi untuk kepentingan upacara religi.
Kekuatan
yang dipancarkan oleh alam ataupun oleh arwah nenek moyang yang telah
meninggal dunia, diharapkan diperoleh melalui benda megalitik, dan
melalui lumpang batu ini pula arwah nenek moyang diharapkan akan
memberikan kesejahteraan kepada mereka yang masih hidup.
Sementara setiap langkah penduduk dalam bercocok tanam maupun pencarian
ikan di Danau Sentani, didahului oleh upacara-upacara yang
mempergunakan lumpang batu tersebut.
Menurutnya, kepercayaan
megalitik berkembang pada masa neolitik dengan ciri masyarakatnya hidup
bercocok tanam. Tradisi megalitik di Papua mendapat pengaruh dari Asia
Tenggara dan Pasifik, ujarnya.
Dikatakannya, keberadaan situs
megalitik di Kampung Ayapo Baru dapat dijadikan sebagai objek wisata
dengan memperhatikan nilai arkeologi dan warisan budaya yang harus
dilindungi dan diteruskan kepada generasi mendatang.