Beberapa
anggota kepolisian berbaris rapi. Menurut para ahli, badan
kontraterorisme Uni Eropa yang baru bisa berubah menjadi pasukan polisi
rahasia tingkat Eropa akan seperti KGB. (Foto: Google)
LONDON – Pejabat administratif senior Eropa tengah
berencana untuk membentuk sebuah badan kontraterorisme Uni Eropa yang
baru, yang oleh para kritikus diperingatkan bisa berubah menjadi pasukan
polisi rahasia tingkat Eropa akan seperti KGB.
Anggota dewan dari Partai Kemerdekaan Godfrey Bloom mengatakan,
"Kekhawatiranku adalah itu tidak akan seperti CIA Amerika tapi lebih
seperti KGB Rusia."
Langkah itu kemungkinan akan membuat marah keamanan dan badan
intelijen Inggris MI5 dan kepala MI6 karena mata-mata Inggris akan
terpaksa berbagi informasi dengan agen-agen Eropa.
Direktur kontraterorisme Uni Eropa Olivier Luyckx membayangkan
organisasi baru itu bekerja bersama korps diplomatik baru UE, yang
dikepalai oleh Komisaris Tinggi Urusan Luar Negeri Baroness Cathy
Ashton.
Luyckx telah menyerukan agar serangkaian badan keamanan UE yang sudah
ada, termasuk Europol, Eurojust, Cosi, Frontex, dan Cepol untuk
disatukan dalam satu badan dengan kekuatan menyapu di dalam Parlemen
Eropa awal minggu ini.
"Ada ruang baru untuk aksi di tingkat UE. Ini bagaimana aku memandang
perubahan ini: Untuk membentuk sebuah sistem yang akan meniru sistem
yang dibentuk guna mengawasi krisis eksternal, perhentian tunggal untuk
berbagi informasi," ujarnya.
Luyckx mengutip Panduan V tentang Koordinasi Operasional dari
Strategi Keamanan Internal yang baru-baru ini diadopsi oleh UE
mengandung "embrio" dari proyek tersebut. "Hari ini, pusat krisis di
negara-negara anggota berbagi kontak dan informasi secara sukarela dan
informal. Kita perlu selangkah lebih jauh dan melihat, sembari
menghormati pembagian kerja yang disusun dalam perjanjian UE, bagaimana
membuat kaitan-kaitan itu dalam cara yang lebih ketat."
Dia menegaskan bahwa badan yang baru tidak akan sebuah badan
intelijen UE yang melakukan operasinya sendiri di lapangan. "Kami tidak
punya mandat, selera, dan perspektif untuk melakukan pekerjaan
intelijen. Tapi kami siap untuk menambah nilai jika diberi mandat oleh
negara anggota."
Berbicara pada sidang yang sama, kepala kontraterorisme Austria Peter Gridling melanjutkan lebih jauh.
"Sekarang adalah saatnya untuk menanyakan pada diri kita sendiri
pertanyaan ini, ‘Realistiskah untuk mulai berpikir tentang calon badan
intelijen UE?’" ujarnya. "Aku rasa realistis untuk mulai berpikir
tentang itu."
Austria dan Belgia pertama kali mengusulkan badan intelijen Eropa
setelah pengeboman kereta Madrid di tahun 2004, tapi langkah itu ditolak
oleh Inggris dan beberapa negara anggota UE lain hingga kini perpanjang
tak penting lain dari birokrasi Brussels.