Menurut Wasi, gempa kali ini tidak sebesar
gempa sebelumnya yang melanda Cilacap dan menyebabkan tsunami. "Prediksi
saya tidak ada kerusakan yang berarti, mudah-mudahan ya," ujarnya.
Wasi mengatakan, sebelumnya petugas BPBD berkonsentrasi untuk
menenangkan warga yang mengungsi. "Kita berusaha agar warga tidak
panik," ujarnya.
Seperti diberitakan, gempa dengan potensi
tsunami terjadi di 293 km barat daya Cilacap atau 10.01 LS dan 107.69
BT. Pusat gempa berada di kedalaman 10 km.
Gempa juga antara lain dirasakan di Jakarta, Yogyakarta, Kebumen, Purworejo Denpasar, Bandung dan Bogor.
Sebelumnya,
menurut Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan
Geofisika (BMKG) Banjarnegara, Ahmad Lani, Gempa berpotensi tsunami ini
berlokasi di 10,01 derajat lintang selatan dan 107,86 derajat bujur
timur atau berada di 293 kilometer barat daya Cilacap dengan kedalaman
10 kilometer.
Menurut dia, gempa tersebut juga dirasakan hingga Kabupaten Banjarnegara.
Sejumlah warga Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap,
yang merasakan gempa tersebut segera keluar rumah dan memukul kentungan.
"Guncangan gempa sangat kencang," kata seorang warga, Tadiwirya (75).
Sementara itu di Kota Cilacap, warga mulai memadati alun-alun setempat.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Cilacap, Wasi Ariadi belum bisa dihubungi terkait gempa tersebut.