LONDON - Bisa membayangkan sebuah mobil terbuat dari buah-buahan?
Sejumlah ilmuwan dari Brasil kabarnya tengah mengupayakan mobil ini diluncurkan dalam kurun dua tahun ke depan.
Serat
dalam buah-buahan tak hanya baik bagi pencernaan tubuh, serat
buah-buahan seperti nanas atau pisang misalnya, bisa menjadi bahan
pembuat mobil.
Guna mendukung 'gerakan hijau', ilmuwan di
Brasil menggunakan serat dari tumbuh-tumbuhan untuk menciptakan body
mobil generasi baru yang sangat kuat.
Dr Alcides Leao dan timnya
dari Paulo State University, telah mencoba menggunakan serat dari buah
dan tumbuhan sebagai bahan plastik generasi terbaru untuk digunakan pada
produk otomotif seperti mobil atau motor.
Mereka meyakini, di masa mendatang, material ini bahkan tidak hanya
digunakan untuk membangun body mobil dan bahkan juga suku cadang mesin.
Hebat bukan!
Beberapa manufaktur mobil saat ini sudah menguji
plastik yang diperkuat oleh materi dari serat buah. Mereka mengklaim
plastik ini sudah bisa digunakan pada mobil dua tahun mendatang.
Alcides
Leao menjelaskan menambah serat mickroskopik dari buah-buahan seperti
nanas dan pisang pada plastik akan membuat plastik itu lebih kuat.
"Beberapa
pabrik pembuat mobil telah menguji bahan plastik dari serat buah ini
dan kemungkinan besar akan menggunakannya untuk produk mobil mereka dua
tahun lagi," kata Leao
"Plastik-plastik seperti ini sangat luar
biasa. Ini plastik yang ringan tapi sangat kuat. Plastik ini 30 persen
lebih ringan tapi lebih kuat tiga sampai empat kali dibandingkan plastik
biasa," papar Leao seperti diberitakan Daily Mail.
"Kami
percaya banyak bagian mobil, seperti dashboard dan bemper bisa dibentuk
dari serat buah di masa depan. Serat buah akan mengurangi berat mobil
dan membantu menghemat bahan bakar," lanjut Leao.
"Hingga saat
ini kami masih fokus untuk menggantikan plastik otomotif tapi ke
depannya kami mungkin bisa menggantikan suku cadang berbahan besi dan
alumunium dengan menggunakan material dengan bahan nano-selulosa ini,"
tutupnya.
Bahan ini juga dikatakannya akan lebih tahan terhadap
panas, tumpahan bensin, air dan oksigen ketimbang bahan plastik untuk
otomotif pada umumnya.
"Dunia kesehatan pun bisa menggunakannya.
Bahan ini potensial untuk pembuatan katup jantung dan jaringan pengikat
sendi artifisial," katanya.