Studi yang dilakukan di Johns Hopkins School of Medicine tahun 2002, menemukan kandungan sulforaphane dalam kol, mampu mengalahkan H. pylori
(bakteri yang menyebabkan maag dan masalah lambung) sebelum mereka
masuk ke usus. Kandungan anti-bakteri ini akan menumpas segala bakteri,
sehingga lambung bisa mulai menyembuhkan diri dan kita bisa menekan
rasa sakit yang biasa dirasakan.
Mengonsumsi jus kol akan meningkatkan pertumbuhan sel baru di dinding
lambung, supaya lambung bisa sembuh dan mencegah terjadinya ‘luka’
baru. Plus, sayuran bertekstur garing ini juga bisa menghambat
pertumbuhan tumor lambung. Dalam 89 gram kol mentah, hanya mengandung 34
kalori, 3 gram serat dan memenuhi 75% kebutuhan hariaan akan vitamin
C.
Tenangkan lambung dengan meminum ½ cangkir jus kol segar, sebanyak
2-3 kali dijeda jam makan. Lanjutkan kebiasaan ini selama 2 minggu meski
gejala sudah hilang lebih awal.
Pemandu pola makan Food Combining,
Heni Suhaeni Kamil, mengatakan, memakan sayur kol dalam keadaan mentah
atau setengah matang supaya vitamin dan manfaatnya tetap terjaga. "Kol
cukup tinggi kandungan seratnya dan vitamin C. Bila dikonsumsi dalam
keadaan mentah, selain membantu penyembuhan luka lambung, kol dapat
mencegah kanker," katanya.
Wanita kelahiran Jatiwangi 01 Mei
1956 pun menekankan, sebaiknya sayuran kol tidak dikonsumsi dalam
keadaan matang atau empuk, karena dapat mengeluarkan gas di dalam
sayuran sehingga menimbulkan rasa kembung di lambung