Kabar Gembira!! Kopi Tidak Sebabkan Tekanan Darah Tinggi

Written By Juhernaidi on Selasa, 26 April 2011 | 8:18:00 AM

Menurut penelitian kopi tidak terbukti memicu peningkatan tekanan darah meski diminum setiap hari. (Foto: google)
MICHIGAN  - Banyak orang menghindari kopi karena takut mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. Menurut penelitian terbaru, tidak ada yang perlu ditakuti karena kopi tidak terbukti memicu peningkatan tekanan darah meski diminum setiap hari.

Zhenzhen Zhang, peneliti dari Michigan State University membuktikan hal itu setelah menelusuri 3 penelitian ilmiah yang mengamati kebiasaan minum kopi pada 172.567 partisipan. Ketiganya melibatkan pengamatan jangka panjang yang dilakukan selama 33 tahun.

Dari sekian banyak partisipan, hanya 37.35 orang atau sekitar 1 di antara 5 yang dilaporkan menderita tekanan darah tinggi. Ketika membandingkan takanan minum kopi setiap hari dengan faktor risiko lainnya, peneliti menyimpulkan kopi bukan pemicu hipertensi.

Peningkatan tekanan darah tidak teramati pada partisipan yang minum kopi dalam porsi paling rendah yakni 1 cangkir/hari (1 cangkir: 237 ml). Demikian juga pada partisipan yang minum 1-3 cangkir/hari, perbedaan tekanan darah teramati tidak cukup signifikan. Meski demikian, peneliti memberi catatan bahwa respons tiap individu terhadap kopi tidak selalu sama. Seseorang yang memiliki riwayat hipertensi di keluarganya bisa jadi lebih berisiko dibandingkan orang-orang sehat seperti dalam penelitian ini.

"Bagi sebagian besar orang, minum kopi secara rutin sama sekali tidak berbahaya tetapi bagi sebagian yang lain belum tentu demikian," ungkap Shang dalam laporannya di American Journal of Clinical Nutrition seperti dikutip dari Medicalnewstoday.

Kesimpulan Zhang dibenarkan oleh ahli jantung dari Mount Sinai Medical Center di New York, Prof Lawrence Krakoff. Menurutnya, berbagai penelitian selama ini gagal membuktikan bahwa kopi merupakan pemicu utama peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi.

"Jika seseorang minum 12 cangkir sehari dan tidak tidur, baru bisa saya asumsikan bahwa hal itu memang berbahaya," ungkap Prof Krakoff seperti diberitakan Dailymail, Minggu (23/4/2011).

Tak hanya sampai disitu, Sebelumnya menurut sebuah penelitian, Peminum kopi hanya memiliki risiko lebih rendah untukpenyakit ritme jantung abnormal. Tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa minum secangkir kopi sehari akan meningkatkan risiko aterosklerosis atau penebalan dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung.

Selain itu, kandungan lain di dalam kopi selain kafein dapat mengurangi risiko diabetes bagi perempuan yang teratur minum.

Penemuan yang dilakukan peneliti jantung ini bisa membuat peminum kopi jatuh cinta. Hasil studi ini telah dipresentasikan di konferensi American Heart Association (AHA) di San Fransisco beberapa pekan silam.

Namun tidak semua laporan di konferensi tahunan AHA pada Cardiovascular Disease Epidemiology and Prevention and Nutrition, Physical Activity and Metabolism itu benar-benar mengembirakan bagi pecinta kopi.

Salah satu laporan menemukan potensi hubungan antara minum kopi dan tekanan darah tinggi. Tetapi jangan khawatir efeknya digambarkan sangat sederhana alias minim.

Studi tentang ritme jantung itu dengan meneliti 130.054 anggota dari Kaiser Permanente Medical Care Program yang telah dirawat dirumah sakit karena gangguan ritme jantung. Sekitar 2 persen dari mereka yang dirawat di rumah sakit karena gangguan itu dan yang paling umum adalah masalah atrial fibrillation.

Dr Arthur Klatsky, konsultan jantung senior yang memimpin penelitian ini, mengatakan mereka yang dilaporkan minum kopi 4 cangkir per hari lebih rendah 18 persen risiko terkena jantung dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.

"Ini mungkin sebuah kejutan, karena sebagian orang takut untuk minum kopi. Dan saya tidak berpikir kita akan siap untuk memberitahukan orang-orang bahwa mereka harus minum kopi untuk mencegah masalah ritme jantung," kata Klatsky, seperti diberitakan USNews.

Studi ini tidak memberikan alasan mengapa kopi dapat mengurangi masalah ritme jantung. Menurut Klatsky, bisa jadi karena si peminum kopi melakukan diet atau banyak berolahraga. Tapi juga tidak bisa dikatakan dengan pasti bahwa kopi tidak berhubungan dengan masalah ritme jantung minor (ringan) yang memang tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

Intinya, pencinta kopi tak perlu berhenti minum kopi hanya karena mereka memiliki masalah dengan ritme jantung.

Studi lain yang diikuti lebih dari 3 000 pria dan wanita usia 20 tahun juga tidak menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan atherosclerosis untuk laki-laki dan perempuan baik itu kulit hitam atau putih, perokok atau bukan perokok. Partisipan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang mengonsumsi kopi tidak lebih dari 4 cangkir sehari.

"Berdasarkan data ini, tampaknya tidak ada hubungan substansial antara minum kopi dengan peningkatan atau penurunan aterosklerosis," kata Jared Reis, seorang ahli epidemiologi dari US National Heart, Lung and Blood Institute.

Studi ketiga, berdasarkan laporan dari Women's Health Study, menjelaskan bahwa diabetes tipe 2 (diabetes karena gaya hidup) lebih sedikit dialami peminum kopi.

Peneliti membandingkan 359 wanita postmenopause yang baru didiagnosa diabetes tipe 2 dan 359 wanita tanpa penyakit. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang minum 4 cangkir kopi berkafein sehari, lebih rendah 56 persen risiko terkena diabetes daripada mereka yang tidak minum kopi.

"Yang tampaknya mengurangi risiko dari efek kafein karena pengikatan protein hormon," kata Dr. Liwei Chen, asisten profesor University of California, Los Angeles. Tapi menurut Chen temuan-temuan awal ini masih memerlukan studi yang lebih lanjut.

Laporan lain yang memastikan konsumsi 1-3 cangkir kopi sehari hanya berpengaruh sedikit peningkatan risiko tekanan darah tinggi datang dari Dr Liwei Chen, asisten profesor epidemiologi di Louisiana State University School of Public Health. Dia menggunakan data dari enam penelitian yang mengikutsertakan lebih dari 172.000 partisipan.

"Berdasarkan hasil kami, untuk jangka panjang minum kopi mungkin merupakan faktor risiko hipertensi, tetapi efeknya tidak terlalu besar," kata Chen.

Namun Chen juga menyarankan, penting bagi orang-orang mengurangi konsumsi kopi jika khawatir tentang tekanan darah mereka

Simulasi Jangka Sorong