Pengikut Millah Abraham sebelumnya
diamankan di Mapolresta Banda Aceh. Mereka dibawa ke Masjid Raya
Baiturrahman dengan lima truk polisi dan dikawal ketat aparat. Setelah
bersyahadat, mereka diizinkan kembali ke rumahnya, kecuali petinggi
Millah Abraham.
Syahadat dimulai dari pimpinan Millah Abraham di
Aceh, Zainuddin M Saleh. Di depan pengikutnya, dia berikrar dengan
kesadaran penuh kembali ke Islam dan mengaku menyesal telah berdakwah
tentang aliran Millah Abraham.
“Saya sadar apa yang saya
dakwahkan selama ini adalah salah. Kami mohon ampun kepada Allah,” kata
Zainuddin di Masjid Baiturrahman, Jumat (22/4/2011).
Menurut
dia, ajaran yang dia sebar itu berpedoman kepada Injil, Zabur, Taurat
dan Alquran. Dia mengaku terpengaruh ajaran itu setelah diajarkan oleh
seseorang dari Jakarta.
Pria yang sudah 23 hari ditahan di
Mapolresta Banda Aceh atas tuduhan penistaan agama ini menambahkan,
dirinya diberi beberapa buku yang mengupas isi kitab-kitab suci
tersebut.
Selama di penjara, Zainuddin rajin salat Tahajud dan
shalat Istikharat untuk memohon jalan keluar kepada Allah. Setelah
Istikharah, dia mengaku badannya panas. Dia bermimpi bahwa apa yang
didakwahkannya selama ini sesat dan melenceng dari Alquran dan hadits.
Sementara
itu Kapolresta Banda Aceh Kombes Armensyah Thay mengatakan, Zainuddin
sebagai pimpinan Millah Abraham tetap diproses sesuai hukum. Dia
dijerat Pasal 156 KHUPidana tentang pendustaan agama.
Menurut
Armensyah, pengikut Millah Abraham di Aceh mencapai 334 orang, namun
sebagian besar lainnya sudah lebih dulu kembali ke Islam. Ajaran ini
mulai aktif sejak 2008 melalui dakwah dan diskusi di warung-warung
kopi.
Sebelummya, Mapolresta Banda Aceh mendata sekitar 100 orang
pengukut Millata Abraham, satu aliran yang dinyatakan sesat
berdasarkan peraturan gubernur provinsi itu, sebelum mereka kembali ke
Islam dengan pengucapan kalimat sahadat di Masjid Raya Baiturrahman,
Jumat.