Pasukan Amerika harus pergi tepat pada waktunya, ujarnya.
Maliki menambahkan bahwa pasukan Irak akan terus memperkuat kemampuan
tempur mereka sembari menyediakan peralatan dan persenjataan terbaru
bagi mereka.
Sebuah perjanjian keamanan tahun 2008 antara Baghdad dan Washington
memandatkan penarikan pasukan AS dari Irak sebelum tahun 2012.
Sekitar 47,000 tentara Amerika saat ditugaskan di negara Timur Tengah kaya minyak itu.
AS telah lama membidik untuk memperpanjang masa tinggal di Irak dan
mengungkapkan keraguan tentang menarik semua pasukan tempur Amerika dari
negara kaya minyak itu pada akhir tahun tenggat waktu.
Dalam penerbangannya ke Baghdad, Mullen mengatakan bahwa para
pemimpin Irak akan perlu memulai sebuah dialog serius dalam cara yang
penuh makna jika mereka menginginkan pasukan AS tetap tinggal setelah
tenggat waktu.
Segala keputusan untuk mengubah itu berada di tangan Irak.
Awal bulan ini, Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengatakan
Washington akan mempertahankan tentara Amerika di negara itu jika
Baghdad meminta untuk tambahan bantuan. Dia mengatakan AS siap untuk
memperpanjang kehadiran militernya di Irak melewati tanggal 31 Desember
2011.
Tapi Maliki menolak tawaran itu dan mengatakan pada Gates bahwa dia mengharapkan semua pasukan Amerika akan pergi
di akhir tahun. "Pasukan bersenjata kami sekarang memiliki kemampuan
untuk menghadapi segala serangan, dan kemampuan itu meningkat hari demi
hari."
Ulama berpengaruh Irak, Muqtada al Sadr, memperingatkan bahwa
perlawanan terhadap pasukan AS akan meningkat jika mereka gagal untuk
pergi pada tenggat waktu akhir tahun 2011.
Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan pada sebuah demonstrasi
anti-AS di Baghdad hari Sabtu lalu (16/4), Sadr mengatakan bahwa rakyat
Irak akan meningkatkan perlawanan militer pada pasukan pendudukan AS
setelah tenggat waktu.
Sadr bersama dengan blok politiknya menentang keras penandatanganan
perjanjian keamanan dengan AS, yang memperpanjang kehadiran pasukan AS
di Irak.
"Mereka, pemerintah Irak, sepakat dengan pasukan pendudukan bahwa
mereka akan pergi dalam hitungan bulan dari tanah ini, menurut sebuah
perjanjian tak adil yang tidak dan tidak akan kami terima," ujar juru
bicara, Salah Ubaidi, pada puluhan ribu pendukung.