Maliki: Pasukan AS Harus Pergi Tepat Waktu!

Written By Juhernaidi on Jumat, 22 April 2011 | 9:35:00 PM

Menteri Pertahanan AS, Robert Gates (ki) bersama dengan Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki dalam pertemuan yang digelar di Baghdad pada 17 April 2011. (Foto: Reuters) BAGHDAD – Perdana Menteri Irak Nuri Al Maliki memberitahu pimpinan Kepala Staf Gabungan AS bahwa Baghdad siap untuk mengambil kendali langkah-langkah keamanan negara tersebut. Dalam pertemuan dengan Admiral Mike Mullen, yang tiba di Baghdad pada hari Kamis (21/4), Maliki mengatakan militer Irak mampu memelihara keamanan negaranya dan bahwa mereka bekerja dengan profesionalisme.
Pasukan Amerika harus pergi tepat pada waktunya, ujarnya.
Maliki menambahkan bahwa pasukan Irak akan terus memperkuat kemampuan tempur mereka sembari menyediakan peralatan dan persenjataan terbaru bagi mereka.
Sebuah perjanjian keamanan tahun 2008 antara Baghdad dan Washington memandatkan penarikan pasukan AS dari Irak sebelum tahun 2012.
Sekitar 47,000 tentara Amerika saat ditugaskan di negara Timur Tengah kaya minyak itu.
AS telah lama membidik untuk memperpanjang masa tinggal di Irak dan mengungkapkan keraguan tentang menarik semua pasukan tempur Amerika dari negara kaya minyak itu pada akhir tahun tenggat waktu.
Dalam penerbangannya ke Baghdad, Mullen mengatakan bahwa para pemimpin Irak akan perlu memulai sebuah dialog serius dalam cara yang penuh makna jika mereka menginginkan pasukan AS tetap tinggal setelah tenggat waktu.
Segala keputusan untuk mengubah itu berada di tangan Irak.
Awal bulan ini, Menteri Pertahanan AS Robert Gates mengatakan Washington akan mempertahankan tentara Amerika di negara itu jika Baghdad meminta untuk tambahan bantuan. Dia mengatakan AS siap untuk memperpanjang kehadiran militernya di Irak melewati tanggal 31 Desember 2011.
Tapi Maliki menolak tawaran itu dan mengatakan pada Gates bahwa dia mengharapkan semua pasukan Amerika akan pergi di akhir tahun. "Pasukan bersenjata kami sekarang memiliki kemampuan untuk menghadapi segala serangan, dan kemampuan itu meningkat hari demi hari."
Ulama berpengaruh Irak, Muqtada al Sadr, memperingatkan bahwa perlawanan terhadap pasukan AS akan meningkat jika mereka gagal untuk pergi pada tenggat waktu akhir tahun 2011.
Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan pada sebuah demonstrasi anti-AS di Baghdad hari Sabtu lalu (16/4), Sadr mengatakan bahwa rakyat Irak akan meningkatkan perlawanan militer pada pasukan pendudukan AS setelah tenggat waktu.
Sadr bersama dengan blok politiknya menentang keras penandatanganan perjanjian keamanan dengan AS, yang memperpanjang kehadiran pasukan AS di Irak.
"Mereka, pemerintah Irak, sepakat dengan pasukan pendudukan bahwa mereka akan pergi dalam hitungan bulan dari tanah ini, menurut sebuah perjanjian tak adil yang tidak dan tidak akan kami terima," ujar juru bicara, Salah Ubaidi, pada puluhan ribu pendukung.

Simulasi Jangka Sorong