Polisi
Pakistan pada Sabtu kemarin (30/4) menangkap beberapa demonstran yang
mambawa batu yang berusaha menghancurkan sebuah sekolah Kristen dan
berusaha untuk menyerang sebuah gereja menyusul adanya aksi protes
terhadap dugaan penodaan sebuah Al-Quran yang dilakukan kelompok
kristen.
Kerumunan sekitar 500 orang berkumpul di pinggiran distrik Gujranwala
dekat Lahore, kota utama Provinsi Punjab pusat, setelah dua halaman
Al-Quran yang terbakar ditemukan di kuburan Kristen, kata polisi.
Ulama setempat menyalahkan komunitas Kristen untuk insiden tersebut
dan ceramah yang dilakukan di masjid-masjid pada hari Sabtu pagi
kemarin, memberitahukan umat Islam untuk melakukan aksi protes melawan
hujatan yang dilakukan kelompok kristen.
Pada sore harinya, lebih dari 500 orang dengan membawa batu berbaris
menuju gereja dan berusaha untuk menyerang setelah menghancurkan sebuah
sekolah misionaris Kristen, kata polisi.
"Mereka memasuki sekolah dan menghancurkan furnitur di sana. Mereka
mencoba untuk berbaris menuju Gereja tapi kami harus membubarkan
mereka," kata Ghulam Mubashir Mekan, kata petugas polisi senior di
Gujranwala kepada AFP melalui telepon.
"Kami telah menangkap beberapa demonstran, situasi masih tegang," katanya menambahkan.
Nadeem Anthony, seorang aktivis sosial yang mengunjungi daerah itu,
mengkonfirmasi insiden itu. "Beberapa keluarga Kristen telah
meninggalkan daerah itu," katanya.