Written By Juhernaidi on Jumat, 15 April 2011 | 9:02:00 AM

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad berbicara selama konferensi pers yang digelar di Teheran pada 4 April 2011. Ahmadinejad mengatakan bahwa negara-negara Barat melakukan penyusupan ke Afghanistan dengan tujuan untuk menciptakan kerusakan di Iran. (Foto: Getty Images)
TEHERAN– Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa negara-negara Barat melakukan penyusupan, khususnya ke Afghanistan, dengan tujuan untuk menciptakan kerusakan di Iran dan menciptakan perselisihan. "Negara-negara Barat mengirimkan pasukan militer mereka ke kawasan sekitar untuk menghadapi Iran karena mereka menganggap budaya dan peradaban Iran sebagai ancaman," kata Presiden Ahmadinejad dalam pidato di hadapan para petinggi di Provinsi Sistan-Baluchistan, Kamis (14/4).
Ahmadinejad menambahkan, ada banyak negara yang tidak punya pilihan kecuali mengikuti Barat. "Negara-negara itu mengatakan bahwa mereka tidak punya kemampuan untuk melawan Barat," katanya.
"Tapi, Iran tetap punya kemampuan membela diri," kata Ahmadinejad. Ia menekankan bahwa Barat takut dengan sejarah, budaya, peradaban, dan kekuatan manajemen Iran.
Presiden Ahmadinejad kemudian mengetengahkan bahwa Iran merupakan pelopor dalam perlawanan terhadap kekuatan-kekuatan arogan. "Perlawanan Iran akan meretas jalan bagi negara-negara lain untuk melawan arogansi," katanya.
Ahmadinejad mengatakan, Amerika Serikat dan para sekutunya menyerang dan menjajah Irak dan Afghanistan dengan dalih untuk mengendalikan kekuatan Iran.
"Mereka ingin menularkan ketidakamanan di Afghanistan dan Pakistan ke Iran, tapi mereka gagal mencapai tujuan mereka," kata Ahmadinejad.
Pada hari Rabu (13/4), Ahmadinejad mengatakan bahwa kekuatan-kekuatan arogan, merujuk pada Barat, tengah berusaha merancang konflik Arab - Iran.
"(Negara-negara) arogan dunia berusaha merancang konflik Arab - Iran," kata Ahmadinejad. Sang presiden Iran kemudian menyerukan kepada negara-negara di kawasan setempat agar mewaspadai plot-plot Barat.
Berpidato di hadapan massa di Sistan-Baluchistan, Ahmadinejad mengatakan bahwa semua pihak harus waspada agar tidak terjebak dalam permainan AS. Ia menyiratkan bahwa AS berencana menjebak negara-negara dalam plot yang dirancangnya.
Pernyataan Ahmadinejad disampaikan setelah konflik Iran-Arab Saudi terkait unjuk rasa di Bahrain dan tuduhan spionase yang diarahkan kepada Iran oleh Kuwait.
Maret lalu, Ahmadinejad mengatakan bahwa AS dan negara-negara Barat sekutunya mengulangi kesalahan dengan melakukan intervensi di Libya.
"Saat dirasa tepat, mereka (AS dan sekutu-sekutunya) berpihak kepada para penguasa lalim, dan jika perlu, (AS dan Barat) mengorbankan mereka demi kepentingan pribadi," kata Ahmadinejad, merujuk pada serangan yang dilakukan terhadap Muammar Gaddafi.
"Meski sudah ada pelajaran yang jelas yang diberikan rakyat Irak dan Afghanistan dan meski ada kebencian dari opini publik, pemerintahan-pemerintahan penindas terus mengulangi kesalahan mereka," kata Ahmadinejad.
Serangan yang dipimpin Barat di Libya berawal pada 19 Maret lalu.
"Dengan menggunakan berbagai dalih, mereka mengebom rakyat sipil yang tidak bersalah dan menghancurkan infrastruktur negara-negara lain untuk mendominasinya," tambah Ahmadinejad.
"Pesawat, peluru kendali, dan bom adalah simbol dari Amerika Serikat dan para sekutunya," kata Ahmadinejad.

Simulasi Jangka Sorong