
Sumber-sumber Israel mengklaim Hamas di Gaza menggunakan rudal
anti-tank buatan Rusia untuk menyerang sebuah bus yang bepergian antara
berbagai titik militer pada tanggal 7 April. Sayap bersenjata Hamas,
Brigade Qassam, mengklaim bahwa serangan itu melukai dua orang Israel,
salah satu dari mereka dalam kondisi kritis.
Saltanov membantah pernyataan dari duta besar Israel untuk Rusia,
Dorit Golender, bahwa senjata yang dipasok Rusia untuk Syiria bisa jatuh
ke tangan pasukan perlawanan. "Pernyataan itu perlu bukti," ujarnya.
Dia bersikukuh ketika menandatangani kesepakatan senjata dengan
negara dunia ketiga, Moskow memiliki hak untuk menginspeksi kapanpun di
tangan siapa senjata itu akan berakhir.
Pasukan pendudukan Israel beberapa hari terakhir ini telah membunuh
18 warga Palestina dalam respon terhadap serangan atas sebuah di timur
Gaza yang melukai dua pemukim Yahudi, yang mana serangan itu sendiri
merupakan pembalasan atas serangan pasukan pendudukan Israel sebelumnya.
Pecahnya kekerasan secara tiba-tiba menggambarkan situasi rapuh di
sepanjang perbatasan Gaza, di mana perkelahian kecil bisa meningkat
menjadi perang berskala besar.
Setelah kondisi yang relatif tenang selama dua tahun, ketegangan
muncul antara Israel dan pejuang Palestina di Gaza dalam beberapa minggu
terakhir, setelah Israel melancarkan serangan mematikan di Gaza.
Serangan itu juga menjadi landasan bagi sebuah terobosan strategi
besar. Militer Israel mengaktifkan sistem pertahanan Kubah Besi yang
diklaim sebagai sasaran tepat bagi rudal Palestina yang akan datang.
Eskalasi juga meluas di luar perbatasan Israel.
Dalam sebulan terakhir, Israel telah mencegat sebuah kapal kargo yang
disebutnya membawa senjata untuk Gaza, meski tidak memberikan bukti
lebih lanjut.
Israel sendiri belum mengomentari serangan udara minggu ini, tapi
pemerintah Israel mengatakan bahwa mereka yakin Sudan merupakan titik
transit untuk senjata tujuan Gaza.
Menteri pertahanan Israel, Ehud Barak, memerintahkan militer untuk
segera merespon serangan terhadap bus sekolah dan mengatakan dia akan
menuntut Hamas bertanggung jawab atas kekerasan itu.
"Kami akan merespon sampai menjadi jelas bahwa Hamas sepenuhnya paham
bahwa kami tidak bisa menerima dan kami tidak akan menerima peristiwa
semacam itu," ujarnya.