Pengelola
sebuah masjid di kota Lyon Perancis mengkritik keras Departemen
Pertahanan AS yang menyebut masjid sebagai tempat untuk merekrut anggota
al-Qaidah di Eropa.
Pengurus masjid Lyon Kamal Qabtan menyesalkan langkah departemen
pertahanan AS itu dalam sebuah pernyataan, dengan mengatakan bahwa
tuduhan AS sangat menggelikan terhadap masjid Lyon dan sama sekali tidak
bisa dibenarkan dengan cara apapun, IRIB melaporkan Rabu kemarin
(27/4).
Reaksi itu muncul setelah dokumen intelijen AS yang bocor
mengungkapkan bahwa sembilan masjid dan institusi Islam di seluruh dunia
dianggap oleh Pentagon menjadi tempat dimana "Al-Qaidah diketahui
merekrut anggota, memfasilitasi atau melatih."
Qabtan mengatakan bahwa ia telah menetapkan rencana untuk bertemu
dengan duta besar AS untuk Perancis untuk mengungkapkan
ketidaksetujuannya atas pernyataan militer AS yang ada dalam dokumen
yang bocor tersebut.
Membuat tuduhan tersebut terhadap para pengurus dan umat Muslim yang
shalat di masjid, benar-benar tidak dapat diterima dan tidak berdasar,
ia menambahkan.
Sebelumnya pemerintah Perancis membuka perdebatan tentang peran Islam
dalam masyarakat Perancis setelah Menteri Dalam Negeri Claude Gueant
menggambarkan jumlah Muslim yang banyak di Perancis sebagai sebuah
"masalah."
Statistik menunjukkan bahwa, dari populasi 65 juta orang di Perancis,
setidaknya 5 juta adalah Muslim. Perancis memiliki penduduk Muslim
terbesar di Eropa. Namun meskipun demikian, umat Islam tidak memiliki
satu wakil pun di parlemen Perancis.