Pernyataan Menag itu disampaikan ketika bertemu dengan para peniti keagamaan di Gedung Kementerian Agama, jalan Husni Thamrin, Jakarta, Selasa (10/5/2011).
Ia mengatakan, akan mengecek materi kurikulum pendidikan di lembaga
Islam tersebut. Apakah benar ada pengajaran yang tak sesuai dengan
materi yang ditetapkan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan
Nasional.
Pernyataan tersebut juga diulangi kembali seusai rapat di Kantor
Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Pihaknya juga akan
mengecek apakah pesantren pimpinan Panji Gumilang itu ada kaitannya
dengan NII KW 9 dengan gerakan cuci otaknya.
“Rabu saya akan ke Al Zaytun untuk menggali info lebih banyak. Apakah
ada keterkaitan Al Zaytun dengan NII dan sejauhmana keterkaitan itu
dengan mereka,” ujar Menag di kantor Kemenko Kesra, Jl Medan Merdeka
Barat, Jakarta Pusat, Selasa (10/5) seperti yang ditulis Antara.
Menag setuju gerakan NII KW 9 yang mengarah disintegarasi bangsa harus disikapi.
Kementerian Agama berupaya menutupi celah masuknya gerakan yang ingin
memecah belah bangsa. “Termasuk ajaran-ajaran yang sesat tadi,” kata
Menag.
Menag mengulang kembali pernyataan sebelumnya bahwa pihaknya dalam
waktu dekat akan mengumpulkan rektor-rektor di Kemendiknas pada 12 Mei
mendatang.