"Sudah, Tinggalkan Euforia Briptu Norman & Amankan Negara"

Written By Juhernaidi on Selasa, 19 April 2011 | 9:26:00 AM

Wakil Ketua DPR Pramono Anung melihat adanya ekspoitasi berlebihan terhadap Briptu Norman Kamaru oleh insitusi Polri. Briptu Norman sengaja dieksploitasi dalam proyek perbaikan citra polisi di mata rakyat. (foto: Google)
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengaku prihatin dengan perkembangan sepak terjang Briptu Norman, anggota Polda Brimob Gorontalo, pascaterkenal melalui situs Youtube. Norman tenar setelah video berjudul "Polisi Gorontalo Menggila" menjadi perhatian publik. Menurut Pramono, apa yang terjadi saat ini sudah mengarah pada tindakan eksploitasi yang berlebihan terhadap Briptu Norman oleh institusi asalnya, Polri, dan media.
"Saya terus terang melihat eksploitasi yang agak berlebihan terhadap Briptu Norman. Kasihan Briptu Norman-nya, harusnya secara proporsionallah. Jangan kemudian Briptu Norman seakan-akan menjadi Shinta dan Jojo. Ini memprihatinkan bagi saya. Saya memang menyukai Briptu Norman, tetapi kemudian jangan dieksploitasi. Ini kan terlihat sangat berlebihan," kata Pramono di Gedung DPR, Senin (18/4/2011).
Ia bahkan diundang ke Jakarta untuk mengisi sejumlah acara, mulai dari menyanyi di depan pejabat Polri, tampil di sejumlah acara televisi, hingga tadi malam didaulat bernyanyi di pertandingan tinju antara Chris John versus Daud Yordan.

Di tengah insiden bom di Cirebon, rakyat mulai meminta Polri untuk bekerja optimal dan meninggalkan euforia Briptu Norman.

Simulasi Jangka Sorong