Datangkan Perubahan Besar, Mesir Cabut Blokade Gaza

Written By Juhernaidi on Selasa, 19 April 2011 | 9:23:00 AM

Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Al-Arabi terlihat selama sebuah pertemuan dengan Senator John Kerry (20/3) di Kairo. Al-Arabi berencana untuk segera mengunjungi Gaza dalam sebuah uapya perubahan besar di dalam kebijakan Mesir tentang Jalur Gaza. (Foto: Getty Images)
KAIRO  – Dalam sebuah perubahan besar di dalam kebijakan Mesir tentang Jalur Gaza setelah penggulingan Presiden Hosni Mubarak, Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Al-Arabi berencana untuk segera mengunjungi pedalaman tepi laut yang diblokade tersebut. "Kami menyambut kunjungan Menteri Luar Negeri Mesir dan tokoh-tokoh ternama ke Jalur Gaza," Yousef Rizka, penasihat politik untuk Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Maan News pada Minggu (17/4).
Sumber-sumber mengatakan kepada website Quds Net bahwa Arabi meminta para deputinya untuk merancang persiapan-persiapan untuk kunjungan ke Gaza segera.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk menunjukkan solidaritas Mesir dengan Gaza, yang telah berada di bawah sebuah kepungan Israel yang melumpuhkan tersebut sejak tahun 2006.
"Kunjungan ini dianggap sebuah awal dari sebuah era baru bagi Palestina dan rakyatnya dan sebuah langkah kuat menuju pengurangan pemblokadean politik Gaza," kata Rizka.
Israel telah menjepit sebuah pemblokadean parah pada Gaza sejak Hamas terpilih untuk kekuasaan di Gaza pada tahun 2006 dan penangkapan seorang tentara Israel oleh Hamas di sebuah serangan perbatasan.
Pengepungan  tersebut lebih jauh diperketat setelah Hamas memenangkan suara pada tahun 2007.
Pengepungan yang melumpuhkan tersebut telah sangat memperburuk mata pencaharian di jalur tepi laut yang miskin tersebut, rumah bagi 1,6 juta penduduk Palestina.
Situasi tersebut memburuk lebih jauh setelah Israel meluncurkan sebuah serangan mematikan tiga pekan pada tahun 2009, membunuh lebih dari 1.400 orang dan melukai ribuan dan menyisakan jalur tersebut menjadi terkoyak.

Pengepungan tersebut membuat sebagian besar penduduk Gaza terputus dari dunia luar dan berjuang dengan kemiskinan yang sangat menyedihkan.
Kunjungan Arabi datang sehari setelah laporan-laporan yang mengatakan bahwa Mesir merencanakan untuk membuka perbatasan Gaza.
Ekmeleddin Ihasanoglu, sekretaris jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), mengatakan bahwa Arabi mengatakan kepadanya bahwa Mesir akan membuka perbatasan Gaza untuk pertimbangan kemanusiaan.
"Kami biasanya bekerjasama dengan mantan pemerintah Mesir untuk mengirimkan bantuan ke Gaza, namun ketika perbatasan dibuka, kemungkinan akan ada lebih banyak kerjasama," Ihasanoglu mengatakan setelah sebuah pertemuan dengan Arabi pada Sabtu.
Di bawah rejim Mubarak, Mesir terlibat di dalam memperketat pengepungan di Gaza dengan menolak untuk membuka terminal Rafah, gerbang Gaza satu-satunya ke dunia luar yang melewati Israel.
Mubarak adalah teman baik Israel di dunia Arab selama 30 tahun, jauh lebih ramah dari pada kebanyakan di negara tersebut.
Awal bulan ini, menteri luar negeri Mesir tersebut mengatakan bahwa Mubarak adalah sebuah harta karun bagi Israel untuk melakukan yang Israel inginkan namun sekarang tidaklah sama lagi.
Arabi juga mengulangi sebuah revisi yang mungkin atas kesepakatan perdamaian Kamp David antara Mesir dan Israel.
Pernyataannya tersebut telah mengajukan banyak kekhawatiran di dalam Israel.
"Saya sangat khawatir atas beberapa suara yang kami telah dengar dari Mesir baru-baru ini," Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan kepada duta besar Uni Eropa pekan lalu, kantor berita Haaretz memberitakan.
"Saya pada khususnya khawatir atas pernyataan menteri luar negeri Mesir baru-baru ini."

Simulasi Jangka Sorong