Tak Tentu, Keberadaan Mubarak Picu Tanda Tanya

Written By Juhernaidi on Selasa, 19 April 2011 | 9:19:00 AM

Seorang pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan guna mendesak agar mantan pemimpin Mesir Hosni Mubarak segera dihukum berat pasca penggulingannya. (Foto: Google) KAIRO – Pemberitaan yang muncul pada hari Minggu (17/4) mengenai keberadaan mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak simpang siur. Kantor berita milik pemerintahan mengklaim Mubarak berada di sebuah rumah sakit di Sharm el-Sheikh, sementara sebuah surat kabar Mesir menyatakan bahwa Mubarak sudah dirujuk ke sebuah rumah sakit yang terletak 42 kilometer sebelah timur Kairo. Mengutip keterangan dari seorang sumber pemerintahan, kantor berita pemerintah, MENA, melaporkan bahwa Mubarak masih berada di sebuah rumah sakit di Sharm el-Sheikh bersama dengan istrinya, Suzanne.
Akan tetapi, surat kabar Al-Ahram di situs internetnya melaporkan bahwa Mubarak sudah dirtansfer ke Rumah Sakit Internasional dengan menggunakan helikopter.
Dalam pemberitaannya, Al-Ahram menambahkan, Mubarak akan tetap berada di sana hingga proses interogasi dugaan korupsi dan perintah menghabisi para pengunjuk rasa sudah rampung.
Sumber lain mengatakan kepada Al-Ahram bahwa Mubarak dirawat di lantai tiga rumah sakit yang juga memiliki instalasi rawat darurat.
Mubarak dikirimkan ke rumah sakit Sharm el-Sheikh Selasa pekan lalu setelah bermasalah dengan livernya saat diinterogasi.
Jaksa Penuntut Umum Mesir Abdel-Meguid Mahmoud pada hari Rabu (13/4) memerintahkan penangkapan Mubarak selama 15 hari terkait berbagai tuduhan, termasuk perintah menghabisi para pengunjuk rasa, penggelapan dana masyarakat, serta penyalahgunaan kekuasaan.
Jaksa penuntut umum mengeluarkan perintah pemindahan Mubarak ke sebuah rumah sakit militer pada hari Jumat (15/4).
Dua putra Mubarak, Alaa dan Gamal, dikirimkan ke Penjara Tora di Kairo pada hari Rabu pekan lalu. Kini mereka tengah menunggu proses investigasi.
Mubarak, salah satu penguasa terlama di dunia Arab, tunduk pada tuntutan massa. Para pengunjuk rasa mendesak Mubarak lengser dari kekuasaan yang sudah digenggamnya sejak 14 Oktober 1981 saat mengambil alih jabatan setelah pembunuhan Anwar al-Sadat di sebuah parade militer di Kairo. Mubarak mengundurkan diri pada 11 Februari 2011.
Pekan lalu, seorang sumber yang dekat dengan Mubarak menyebutkan bahwa meski kondisi kesehatan Mubarak tidak stabil, sang mantan presiden tidak tengah sekarat.
Mubarak, 82, mengalami dua kali serangan jantung setelah jaksa penuntut mulai menanyainya terkait tuduhan korupsi dan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa yang memprotes kekuasaannya selama 30 tahun.
Mubarak mundur pada 11 Februari setelah 18 hari unjuk rasa melanda Mesir dan direlokasi ke kota tempat peristirahatan, Sharm el-Sheikh.
"Jika Mubarak meninggal, agaknya tidak jika menilik perkembangan kondisi kesehatannya, maka dia tidak akan diberikan upacara pemakaman secara militer," kata seorang sumber pemerintahan kepada Al-Ahram.
Mubarak akan berusia 83 tahun Mei mendatang, keseluhan laporan kesehatannya kabarnya lemah. Mubarak diketahui punya masalah dengan jantungnya dalam beberapa tahun terakhir dan ia juga menjalani perawatan karena pendengarannya yang sudah berkurang.
Mubarak kabarnya depresi dan kehilangan banyak berat badan sejak mundur, kata seorang sumber yang tidak bersedia disebut namanya yang mengaku dekat dengan Mubarak, seperti dikutip Al-Ahram.

Simulasi Jangka Sorong