Akan tetapi, surat kabar Al-Ahram di situs internetnya melaporkan bahwa Mubarak sudah dirtansfer ke Rumah Sakit Internasional dengan menggunakan helikopter.
Dalam pemberitaannya, Al-Ahram menambahkan, Mubarak akan
tetap berada di sana hingga proses interogasi dugaan korupsi dan
perintah menghabisi para pengunjuk rasa sudah rampung.
Sumber lain mengatakan kepada Al-Ahram bahwa Mubarak dirawat di lantai tiga rumah sakit yang juga memiliki instalasi rawat darurat.
Mubarak dikirimkan ke rumah sakit Sharm el-Sheikh Selasa pekan lalu setelah bermasalah dengan livernya saat diinterogasi.
Jaksa Penuntut Umum Mesir Abdel-Meguid Mahmoud pada hari Rabu (13/4)
memerintahkan penangkapan Mubarak selama 15 hari terkait berbagai
tuduhan, termasuk perintah menghabisi para pengunjuk rasa, penggelapan
dana masyarakat, serta penyalahgunaan kekuasaan.
Jaksa penuntut umum mengeluarkan perintah pemindahan Mubarak ke sebuah rumah sakit militer pada hari Jumat (15/4).
Dua putra Mubarak, Alaa dan Gamal, dikirimkan ke Penjara Tora di Kairo pada hari Rabu pekan lalu. Kini mereka tengah menunggu proses investigasi.
Mubarak, salah satu penguasa terlama di dunia Arab, tunduk pada
tuntutan massa. Para pengunjuk rasa mendesak Mubarak lengser dari
kekuasaan yang sudah digenggamnya sejak 14 Oktober 1981 saat mengambil
alih jabatan setelah pembunuhan Anwar al-Sadat di sebuah parade militer
di Kairo. Mubarak mengundurkan diri pada 11 Februari 2011.
Pekan lalu, seorang sumber yang dekat dengan Mubarak menyebutkan
bahwa meski kondisi kesehatan Mubarak tidak stabil, sang mantan presiden
tidak tengah sekarat.
Mubarak, 82, mengalami dua kali serangan jantung setelah jaksa
penuntut mulai menanyainya terkait tuduhan korupsi dan kekerasan
terhadap para pengunjuk rasa yang memprotes kekuasaannya selama 30
tahun.
Mubarak mundur pada 11 Februari setelah 18 hari unjuk rasa melanda
Mesir dan direlokasi ke kota tempat peristirahatan, Sharm el-Sheikh.
"Jika Mubarak meninggal, agaknya tidak jika menilik perkembangan
kondisi kesehatannya, maka dia tidak akan diberikan upacara pemakaman
secara militer," kata seorang sumber pemerintahan kepada Al-Ahram.
Mubarak akan berusia 83 tahun Mei mendatang, keseluhan laporan
kesehatannya kabarnya lemah. Mubarak diketahui punya masalah dengan
jantungnya dalam beberapa tahun terakhir dan ia juga menjalani perawatan
karena pendengarannya yang sudah berkurang.
Mubarak kabarnya depresi dan kehilangan banyak berat badan sejak
mundur, kata seorang sumber yang tidak bersedia disebut namanya yang
mengaku dekat dengan Mubarak, seperti dikutip Al-Ahram.