Ketua
Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menjelaskan bahwa
Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia, Rushan Hazrat Abbasyov, menyampaikan
keinginannya untuk mempelajari dan mengenal umat Islam di Indonesia yang
moderat dan multikultural serta dapat menjaga nilai toleransi dalam
kehidupannya. (foto: hizbut-tahrir.or.id)
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Mufti Rusia, Rushan
Hazrat Abbasyov, menyampaikan keinginannya untuk mempelajari dan
mengenal umat Islam di Indonesia yang moderat dan multikultural serta
dapat menjaga nilai toleransi dalam kehidupannya.
Pernyataan
tersebut disampaikan di sela-sela kunjungannya ke Kantor Pusat Dakwah
Muhammadiyah di Jakarta, Jumat kemarin, yang langsung diterima Ketua
Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin.
Mufti Rusia
itu didampingi Wakil Ketua Bidang Agama Islam untuk Wilayah Eropa
Rusia, Damir Hazrat Mukhetdinov, Wakil Kepala Dewan Mufti Rusia untuk
Republik Tatarstan, Arslan Hazrat Sadriev, wakil Ketua Badan Keagamaan
Republic Chechnya, Magomed Emin Usmanov, serta seorang Pimpinan Rumah
Penerbit "Medina", Ildar Nurimanov.
Kedatangannya itu atas kerjasama Kedutaan Besar Indonesia di Moskow
dan Kementerian Agama, Abbasyov beserta sejumlah tokoh Islam Rusia itu
melakukan kunjungan persaudaraan guna mengenal kehidupan Islam moderat
di Indonesia.
Mereka dijadwalkan berada di Indonesia dari 1-7
April dan akan menemui sejumlah tokoh agama dan pejabat pemerintah,
termasuk melakukan lawatan ke Yogyakarta, Malang, dan Pondok Modern
Gontor.
Abbasyov menjelaskan perkembangan Islam di Rusia saat
ini begitu pesat, meskipun Islam telah memasuki negara pecahan Uni
Soviet itu sejak lebih dari ribuan tahun lalu.
"Saat ini
terdapat sekitar 23 juta warga Muslim di Rusia, dari sekitar 140 juta
penduduk secara keseluruhan, dengan tingkat penyebaran merata serta
terpusat di sejumlah Republik Islam seperti Dagestan, Chechnya,
Tatarstan, dan lainnya," kata Abbasyov.
"Ada sekitar 6.000
masjid di seluruh Rusia dan lebih dari 100 madrasah di berbagai
tingkatan, serta sejumlah universitas Islam di negara tersebut,"
katanya.
Ia juga memaparkan sejumlah proyek dari Dewan Mufti
Rusia di bidang ekonomi dan industri, pameran, serta rencana perhelatan
Musabaqah Tilawatil Quran tingkat internasional di Moskow.
Abbasyov dan Din juga bertukar cerita tentang kehidupan muslim di
negara masing-masing seraya berdialog dengan penuh keakraban dengan
bahasa Arab.
Mufti adalah ulama yang memiliki wewenang menginterpretasikan teks dan memberikan fatwa kepada umat.
Fungsi mufti kadang-kadang diambil oleh suatu organisasi ulama seperti
Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun oleh Pengadilan Agama. Fatwa MUI
hanya merupakan anjuran bagi umat sedangkan keputusan Pengadilan Agama
memiliki suatu kekuatan hukum.