"Kami akan memastikan bahwa tidak ada orang yang mengambil keuntungan
dari para konsumen Amerika untuk keuntungan jangka pendek pribadi,"
Obama mengatakan pada sebuah pertemuan balai kota di Reno, Nevada.
Warga Amerika telah menjumpai harga-harga minyak meningkat melebihi
delapan persen dalam satu bulan terkahir. Rata-rata galon sekarang
berharga 35 persen lebih dari harga satu tahun yang lalu.
Obama telah berusaha untuk menyerap kegelisahan peningkatan harga
tersebut – yang beresiko memperberat pemulihan AS dan dapat memadamkan
harapan pemilihan ulang tahun 2012.
"Orang-orang di luar sana berhadapan dengan gas pada $4 satu gallon.
Ini hanyalah kesulitan lainnya – beban lainnya – pada satu waktu ketika
segala hal sudah cukup susah," ia mengatakan.
Awal pekan ini Obama bersikeras bahwa kurangnya pasokan bukanlah alasan utama harga minyak meningkat.
"Masalahnya," ia mengatakan, "adalah minyak yang dijual pada pasar
dunia ini, dan para spekulator dan orang-orang membuat berbagai taruhan,
dan mereka mengatakan, 'Anda tahu, kami pikir bahwa mungkin ada sebuah
kesempatan 20 persen bahwa sesuatu kemungkinan terjadi di Timur Tengah
yang kmeungkinan menggagu pasokan minyak."
Jaksa Agung Eric Holder mengatakan bahwa kemungkinan bisa saja
mengesahkan alasan pasar untuk kenaikan harga-harga, namun ia
menjanjikan tindakan cepat di mana praktik mengeksploitasi dan praktik
ilegal lainnya ditemukan.
Di samping penyelidikan harga-harga eceran, kelompoknya akan melihat
ke dalam komoditas pasar, memeriksa peranan sepkulator dan para pedagang
indeks di dalam pasar minyak masa depan.
Namun ini bukan pertama kalinya para legislator AS telah berusaha untuk mengatasi spekulasi pasar minyak.
Aturan baru-baru ini dipertimbangkan oleh pengawas pemerintah akan
menempatkan penutup pada sejumlah kontrak derivatif minyak satu
perusahaan manapun yang dapat mengendalikannya.
Aturan tersebut telah secara pahit ditentang oleh para pedagang
besar, termasuk banyak perusahan yang menggunakan kontrak untuk
melakukan transaksi bagi bisnis mereka.
Namun ada sebuah ketidaksetujuan sengit tentang dampak spekulasi yang
sebenarnya ada pada harga-harga tersebut, dengan beberapa perkiraan hal
tersebut dapat bertambah sebanyak $20 satu barel untuk harga-harga dan
klaim lainnya bahwa harga pasar merefleksikan resiko yang sesungguhnya.
"Minyak telah dilihat di atas sebuah investasi untuk keuangan
perumahan, transaksi keuangan manajer dan yang lainnya, dan yang telah
menjadi pengendali utama pasar minyak untuk sebagian besar tahun 2011,"
ujar Troy Green, seorang juru bicara untuk Asosiasi Automobile Amerika.
"Walaupun saham minyak telah jatuh di bawah lima tahun rata-rata
baru-baru ini, hal ini kurang lebih tentang uang yang mengalir ke dalam
komoditas."
Sebagian besar partisipan tidak setuju.
Andy Lipow, seorang analis minyak yang berbasis di Houston,
mengatakan bahwa krisis di Timur Tengah dan tuntutan yang tumbuh telah
menjadi pengendali utama peningkatan harga-harga.
"Fakta masalah tersebut adalah minyak mentah dan produk petroleum
telah meningkat selama tahun ini dan mendapatkan sebuah dorongan ekstra
dari kekacauan yang terjadi di Libya, yang menuntun pada sebuah gangguan
di pasokan minyak mentah," ia mengatakan.
Namun Goldman Sach baru-baru ini beralih pada rekanannya, menyatakan
bahwa harga-harga minyak seharusnya berkisar $20 satu barel lebih rendah
dari yang diberikan pasar fundamental.