BRUSSEL – Pembicara Parlemen Nasional Kuwait,
Jassem Al-Khorafi pada hari Selasa di Brussel menyerukan sebuah peranan
Eropa yang lebih aktif di dalam dunia politik. Kunjungan pejabat Kuwait
dan delegasi yang menemaninya mengadakan pembicaraan pada hari Selasa
dengan rekan Belgia Andre Flahant tentang hubungan bileteral begitu juga
dengan peranan Kuwati dan Eropa dalam menyelesaikan krisis yang pada
khususnya terjadi di Timur Tengah.
Dunia telah menjadi sebuah desa yang kecil dan konflik maupun
pertempuran jarak dekat merajalela di masing-masing sudut, ia
mengatakan, menambahkan bahwa ada sebuah kebutuhan untuk peranan efektif
untuk menghilangkan perbedaan dan membantu pihak-pihak yang sedang
berperang mencapai rekonsiliasi.
Pembicara Kuwait tersebut mencatatkan bahwa Kuwait dan negara Teluk
lainnya mengusahakan upaya yang kuat untuk meredakan ketegangan politk
di kawasan tersebut dan membantu menemukan solusi perdamaian untuk
perselisihan di Yaman, Libya, dan Bahrain. Dalam hal ini, Khorafi
mendesak Belgia dan Uni Eropa untuk berpartisipasi dengan lebih efektif
dalam menyelesaikan krisis dunia, terutama konflik di kawasan Palestina.
"Tidak adil bagi Amerika untuk menanggung sendiri tanggung jawab
menengahi sebuah kesepakatan perdamaian antara Palestina dan Israel," ia
mengatakan, menambahkan bahwa Uni Eropa dapat memainkan sebuah peranan
yang lebih penting dalam masalah ini. Ia mendesak Belgia dan Uni Eropa
untuk menekan Israel menghentikan serangannya pada Palestina yang tidak
berdaya dan melanjutkan proses perdamaian.
Eropa juga seharusnya membantu untuk memformulasikan sebuah strategi
untuk berhadapan dengan Irak mengikuti penarikan pasukan Amerika di
sana, ia mengatakan.
Al-Khorafi menyentuh sebuah rancangan undang-undang Belgia untuk
melarang jilbab Muslim. Undang-undang Belgia secara keseluruhan
menghormati kebebasan beragama dan "pemakaian jilbab adalah bagian dari
kebebasan tersebut", ia mengatakan, menekankan bahwa undang-undang
semacam itu tidak akan membawa keamanan untuk Belgia namun kemungkinan
secara negatif berdampak pada hubungannya dengan dunia Muslim.
Ia mengkritisi kampanye yang menghubungkan terorisme dengan Islam,
menekankan bahwa Muslim adalah korban utama dari fenomena tersebut.
Terlebih lagi, ia mencatatkan bahwa mereka yang mempraktikkan
terorisme terhadap rekanan mereka di Irlandia adalah umat Kristen dan
hal yang sama diterapkan untuk ekstrimis Hindu di India.
Sementara itu, Pembicara Kuwait tersebut memperingatkan bahwa
keputusan otoritas Belgia yang menerapkan sebuah pelarangan pada
perjalanan warga Belgia ke Kuwait akan memiliki dampak negatif pada
hubungan bilateral.
Ia juga menunjukkan keterkejutan tentang alasan di balik keputusan
tersebut ketika Kuwait menjadi sebuah negara yang stabil dan aman.
Khorafi melanjutkan untuk mengatakan bahwa Kuwait memiliki rencana
pengembangan $100 milyar di dalam beberapa tahun ke depan dan rencana
tersebut akan memberikan kesempatan investasi besar, memperingatkan
bahwa larangan perjalanan tersebut akan mencegah para investor Belgia
mendapatkan sebuah saham di dalam investasi tersebut.
Di satu sisi, legislator Kuwait berterima kasih kepada Belgia untuk
perndirian yang mendukung Kuwait selama invasi Irak di tahun 1990.
Ia juga menyerukan untuk peningkatan hubungan bilateral di dalam
semua bidang, terutama ekonomi. Untuk bagiannya, Pembicara Parlemen
Flahant menekankan pentingnya dialog di dalam menyelesaikan semua krisis
dan pengembangan hubungan kekompakan.
Ia menambahkan bahwa pencapaian sebuah solusi untuk konflik
Palestina-Islrael membutuhkan upaya-upaya dari semua pemerintah dunia
dan isntitusi, menyoroti pentingnya kerjasama untuk Arab-Uni Eropa di
dalam hal tersebut.
Yang mengherankan, pembicara Belgia mengatakan bahwa ia akan
menanyakan tentang alasan di balik larangan bepergian Belgia untuk
Kuwait.