
TULSA – Seorang pria Tusa menghadapi sebuah dakwaan kejahatan berlatar belakang kebencian setelah mengirim sebuah surat intimidasi kepada Pusat Islam Peace Academy dan mengeposkan sebuah video online yang menunjukkan ia sedang menodai sebuah Al-Qur'an, catatan pengadilan menunjukkan.
Jesse Quinn Harrison, 33 tahun, didakwa dengan satu tuduhan
mentransmisi sebuah surat ancaman dan intimidasi keji atau penggangguan –
apa yang undang-undang Oklahoma sebut sebagai sebuah kejahatan yang
berlatar belakang kebencian.
Menurut dakwaan tersebut, Harrison dituduh mengirim sebuah surat
sembilan halaman kepada Peace Academy, sebuah sekolah swasta untuk
anak-anak Muslim di Tulsa, "dengan tujuan untuk mengintimidasi."
Ia juga membuat sebuah video yang menunjukkan ia "melumurkan daging
babi pada Al-Qur'an dan seorang tokoh keagamaan Islam dan memanggang
semua barang yang terlumuri tersebut," menurut dakwaan tersebut.
Dakwaan tersebut menyatakan bahwa video tersebut dibuat untuk
"menghasilkan kekerasan yang diarahkan kepada yang lainnya karena
keyakinan agama mereka."
Seorang pria dengan nama yang sama dengan alamat Tulsa seperti yang
terdaftar pada dakwaan, mengeposkan pada Facebook sebuah video YouTube
yang cocok dengan yang digambarkan dalam dakwaan-dakwaan tersebut.
Video lima setengah menit tersebut, diposkan di YouTube pada 1
oktober, mengacu pada "Rockwell Porter" – sebuah nama yang
dakwaan-dakwaan tersebut tulisa dalam daftar sebagai sebuah alias (nama
samaran) untuk Harrison.
Video tersebut, yang tidak menunjukkan wajah penciptanya,
gambar-gambar yang saling menyela dari serangan 9/11 di AS dengan
pemanggangan Al-Qur'an, sebuah gambar dari seorang tokoh Islam dan dua
babi yang dipotong. Semua barang tersebut kemudian dipanggang, mereka
ditusuk pada sebuah roti dan diberikan kepada sebuah anjing.
Lagu Merle Haggard "The The Fightin' Side of Me" dan "Okie from Muskogee" di mainkan dalam latar belakang video tersebut.
Pada akhir video tersebut, sebuah memorial untuk Michele
Heidenberger, seorang pramugari penerbangan yang meninggal ketika
tragedy pesawat menabrak Pentagon, ditunjukkan di layar tersebut.
Menurut dakwaan tersebut, Harrison, juga menggunakan nama Heidenberger sebagai sebuah alias.
Video tersebut dan sebuah pesan anti-Islam diposkan oleh akun
Harrison pada beberapa halaman tambahan Facebook, termasuk Gedung Putih
dan FBI.
Pada postingan Facebook 15 Desember, Harrison mengancam untuk "pawai menuju Masjid Islam Tulsa" pada malam tahun baru.
Dakwaan tersebut menduga bahwa kejahatan tersebut terjadi antara 17 September dan 20 Desember.
Sebuah surat perintah untuk penahanan Harrison dikeluarkan pada Selasa.
Tidak ada orang pada malam Kamis di alamat yang terdaftar untuk Harrison pada dakwaan tersebut dan pada Facebook.
Seorang tetangga mengatakan bahwa Harrison telah tidak berada di rumah tersebut sejak pekan lalu.
Seorang juru bicara untuk untuk Masyarakat Islam Tulsa tidak akan berkomentar pada Kamis.
Muneer Awad, direktur ekekutif Cabang Oklahoma Dewan Hubungan
Amerika-Islam, mengatakan bahwa ia tidak mengetahui rincian apapun dari
kasus tersebut, namun ia mengatakan bahwa retorik apapun yang tidak
bersahabat terhadp Islam baru-baru ini membuka jalannya masuk ke dalam
arus utama.
"Retorik tersebut tidak membnatu sama sekali," Awad mengatakan.
"Retorik tersebut telah memaksa orang-orang untuk membawa sebuah
pendirian yang ekstrim."
Bagaimanapun juga, ia mengatakan bahwa walaupun adanya ancaman
seharusnya dianggap secara serius, kasus-kasus seperti Harrison
dikesampingkan.
Banyak non-Muslim di Oklahoma memiliki hubungan yang baik dengan komunitas Muslim, ia mengatakan.
"Kapanpun instansi semacam ini muncul, kami selalu memiliki teman dari kounitas non-Muslim untuk membantu," Awad mengatakan.