Panglima
Tinggi Militer Israel Benny Gantz pada Ahad (8/5) kemarin
memperingatkan satuan Militer Israel untuk bersiap-siaga melakukan
perang dan senantiasa siaga terhadap berbagai macam "ancaman" yang
datang dari berbagai penjuru.
Beberapa surat kabar Israel mengutip pernyataan Gantz yang
diutarakannya saat peringatan mengenang para tentara Israel yang telah
meninggal dunia, yang dirayakan di area Tembok Ratapan di Kota Lama di
Jerusalem.
"Ancaman selalu merongrong Israel dari berbagai arah. Militer Israel
sudah seharusnya selalu bersiap-sedia untuk melakukan perang," kata
Gantz.
Gantz juga mengungkapkan keyakinannya dengan kemampuan dan
kecanggihan militer Israel yang memiliki pasukan hebat dan teknologi
mutakhir.
Sementara itu, Presiden Israel Simon Perez mengatakan, kekuatan militer Israel terus menguat dari waktu ke waktu.
Dalam pidatonya, Perez mengatakan optimismenya terkait masa depan
perdamaian Israel-Palestina dan Israel-Arab, utamanya pasca angin
revolusi dan perubahan yang kini tengah menerpa dunia Arab.
Apa yang dinyatakan oleh Gantz dan Perez sebenarnya masih menjadi
teka-teki masa depan hubungan Israel dengan tetangganya, yaitu Arab.
Pasca suksesnya kegiatan revolusi di Mesir, salah satu negara Arab yang
terkemuka, pemerintahan Mesir justru dipastikan akan meninjau ulang
hubungannya dengan Israel yang semula hangat.
Pasca revolusi, rakyat Mesir banyak yang menuntut untuk dibekukannya
hubungan diplomatik negaranya dengan Israel yang telah terajut selama
lebih dari 30 tahun.