TRIPOLI – Serangkaian ledakan
besar kembali terdengar dan mengguncang ibukota Libya, Tripoli saat jet
tempur salibis NATO terlihat mengitari ibukota dan menyerang wilayah di
dekat perumahan Gaddafi.
Lima ledakan terdengar setelah jet NATO membombardir tempat-tempat
sipil dan militer di wilayah Nalyut setelah serangan tiga malam
berturut-turut di Tripoli termasuk serangan terhadap fasilitas
komunikasi negara, lapor kantor berita resmi JANA.
Pesawat tempur NATO membom posisi pasukan yang setia kepada pemimpin Libya, Muammar Gaddafi di Nalyut, sebelah barat Tripoli.
Jet tempur terdengar melintas di langit Nalyut sekitar pukul 11.20 tengah malam.
Pesawat NATO juga menargetkan distrik Bab Al-Aziziya, kediaman Gaddafi pada Senin dan Selasa lalu.
Pada Rabu (25/52011), Kementrian Luar Negeri Rusia mengecam serangan
udara berdarah yang baru-baru ini dilancarkan NATO, menyatakan
penggerebekan di ibukota Libya melanggar apa yang ditetapkan oleh
resolusi DK PBB.
“Ini merupakan penyimpangan utama dari Resolusi Dewan Keamanan PBB
1970 dan 1973,” ujar utusan Kementrian Luar Negeri Rusia, Konstantin
Dolgov dalam sebuah statemen.
Sebelumnya para pemimpin Barat berkumpul dalam sebuah pertemuan
puncak kelompok G8 di Perancis, Deauville, menegaskan tekad mereka untuk
memaksa Gaddafi keluar.
NATO melakukan intervensi militer terhadap Libya dengan mengantongi
Resolusi DK PBB, berdalih bahwa kehadiran mereka untuk melindungi sipil
Libya. Namun, setelah mereka memulai intervensinya, korban dari
kalangan sipil meningkat tajam karena serangan udara salibis NATO tak
segan-segan menghantam target sipil.