
WASHINGTON - Pelancong di metro di ibukota AS berisiko untuk berhadapan dengan pemimpin Al-Qaida, Usamah bin Laden, yang sedang tersenyum dan mengenakan kaos "I Love Guantanamo". Akan tetapi, Bin Laden yang ditemui hanyalah sebuah gambar dalam poster yang diterbitkan oleh aktivis AS yang mendesak penutupan Penjara Guantanamo dengan segera.
Papan gambar musuh Amerika nomor satu yang dipasang
di metro tidak jauh dari Gedung Putih itu merupakan bagian dari
kampanye aktivis yang bertujuan untuk menyoroti bahwa Al-Qaida
menggunakan pusat penahanan AS sebagai alat rekrutmen.
Poster dengan bintang utama Usamah bin Laden itu
membawa tulisan "Close Guantanamo. End Torture. Investigate All Abuses."
(Tutup Guantanamo. Hentikan Penyiksaan. Investigasi Semua Kekerasan.)
Papan iklan pada metro adalah "untuk mengingatkan
para pembuat kebijakan bahwa penyiksaan itu ilegal, tidak etis dan
justru menjadi alat yang utama bagi Al Qaida dan bin Laden untuk
merekrut anggota baru," kata pendiri dari kelompok aktivis Avaaz.
Avaaz percaya Guantanamo adalah sebuah simbol kuat
untuk mitos "perang melawan teror" yang menjadi alibi bagi praktek
penyiksaan yang dikemukakan oleh mantan Presiden George W. Bush dan
bahwa Al-Qaida dengan cemerlangnya telah menggunakan fakta ini untuk
menarik anggota baru.
Poster lainnya menyajikan mantan wakil presiden
Dick Cheney, yang terus berkeras membela teknik interogasi kontroversial
a la Bush. Di sebelah foto Cheney, poster tersebut mengajukan
pertanyaan: "Mungkinkah ini perekrut terbaik Al-Qaida?". Poster ini
dapat diintepretasikan secara figuratif bahwa Cheney secara tidak
langsung juga ikut memberikan sumbangsih dalam merekrut anggota baru
Al-Qaida.
Presiden Barack Obama pun tidak ketinggalan
menjadi salah satu objek dalam poster kampanye
tersebut. Presiden 49 tahun yang telah bersumpah untuk menutup kamp pada
bulan Januari itu
ditampilkan dalam poster ketiga, tampak termenung,
di sampingnya terpampang slogan dari pidato pelantikannya: "We reject as
false the choice between our safety and our ideals" (kita menolak dan
menganggap palsu pilihan antara keselamatan dan cita-cita kita).
Kampanye iklan itu ditujukan untuk menutup pusat penahanan di Teluk Guantanamo, Kuba.
Kampanye tersebut dijalankan di stasiun metro Farragut Utara, salah satu yang paling dekat
dengan Gedung Putih, dan dalam surat kabar
harian Washington Post.
Menteri Pertahanan Robert Gates mengatakan pada
hari Minggu bahwa kompleksitas dalam mencoba menempatkan ulang 223
narapidana di Guantanamo "akan sulit" untuk dapat dipenuhi Obama hingga pada batas waktu penutupan kamp pada tanggal 22 Januari 2011.
Avaaz.org, menurut situs Web-nya, mendeskripsikan
organisasinya sebagai "gerakan web global baru dengan misi demokratis
sederhana: untuk menutup kesenjangan antara dunia yang kita miliki, dan
dunia di mana-mana sebagian besar orang inginkan."
Mereka mengklaim untuk menjalankan e-mail daftar distribusi dari sekitar 3,5 juta orang di
seluruh dunia dan telah mengumpulkan dana lebih dari € 6.4 juta dari donasi pribadi, non-pemerintah, dan non-korporasi.
Avaaz.org dimulai sebagai sebuah kolaborasi antara
Res Publica dan MoveOn.org, yang kukuh menyuarakan anti-perang, sebuah
kelompok advokasi liberal, menurut situs Web-nya. Avaaz juga menerima
dukungan dari Service Employees International Union.
Kelompok ini bersifat liberal dan progresif. Mereka
memilih Obama dengan harapan bahwa ia akan memberikan perbedaan yang
cukup besar dengan pemerintahan Bush
terhadap kebijakan terorisme oleh otorisasi untuk menggunakan teknik
interogasi tahanan dan dengan memberikan hak gerakan penuh proses.
Obama telah melarang penyiksaan, tetapi para pemilih itu cenderung tampak kecewa oleh keengganan Presiden AS
ke-44 itu untuk mengubah kebijakan penahanan dan kemungkinan bahwa ia
akan terus memenjarakan orang tanpa batas waktu dan tanpa tuduhan.
Kampanye iklan Avaaz.org tampaknya ditujukan kembali mengangkat masalah
yang di tengah perdebatan atas perawatan kesehatan dan perang di luar
negeri, telah terdorong keluar dari sorotan