Puluhan Ribu Tentara Yaman Gabung Pemberontak

Written By Juhernaidi on Kamis, 14 April 2011 | 10:53:00 PM

Seorang tentara Yaman yang membelot nampak membaur di antara para pengunjuk rasa yang mendesak mundurnya Presiden Ali Abdullah Saleh dalam pawai akbar di Sana'a. (Foto: PressTV) SANA'A - Sekitar 10.000 perwira Yaman dan tentara Garda Republik, Pusat Keamanan dan Angkatan Udara membelot dari pemerintah pada hari Rabu untuk bergabung dengan pemberontak menuntut dari Presiden Ali Abdullah Saleh untuk segera turun, seorang pejabat militer mengatakan kepada Xinhua. "Lebih dari 10.000 perwira dan prajurit dari Tentara Republik, Pusat Keamanan dan Angkatan Udara tiba pada hari Rabu di markas besar tentara  Divisi I Lapis Baja di ibukota Sanaa dan bertemu dengan komandan divisi Jenderal Ali Muhsin al-Ahmar," kata pejabat itu kepada Xinhua, yang meminta agar identitasnya tetap anonim.
"Mereka menyatakan di depan komandan al-Ahmar mengenai pembelotan mereka dari pemerintah Saleh dan bergabung dengan para pengunjuk rasa yang dipimpin oleh para pemuda, bersumpah untuk mendukung dan melindungi revolusi damai dari pemuda," kata pejabat itu.
Ratusan warga Yaman bersorak sorai menyambut para perwira yang bergabung dengan kerumunan orang di pusat ibukota Sana'a, di mana pemrotes menggelar demonstrasi.
Para perwira dan prajurit sebelumnya menyatakan keputusan mereka kepada Komandan Jenderal Ali Muhsin al-Ahmar di markas tentara Divisi Lapis Baja I di Sana'a.
Sebelum hari itu, seorang pejabat militer mengatakan kepada Xinhua bahwa seorang prajurit dan seorang perwira dari divisi tentara al-Ahmar tewas dalam serangan semalam oleh pasukan keamanan pro-Saleh di Sanaa. Ia mengatakan pasukan militer juga menembak mati empat orang penyerang.
Kantor berita Negara Saba pada akhir Rabu mengutip seorang pejabat Departemen Pertahanan yang mengatakan bahwa pasukan yang membelot dari Divisi Lapis Baja I  mulai menyerang pasukan keamanan pro-pemerintah, menuduh unit tentara yang membelot itu berencana untuk mengobarkan hasutan.
Al-Ahmar, kepala Divisi Lapis Baja I dan komandan Daerah Militer Barat Laut, adalah saudara tiri dari Presiden Saleh. Dia membelot dari pemerintah untuk bergabung dengan para demonstran setelah penembakan terhadap pengunjuk rasa di Sana'a pada 18 Maret.
Pada hari Selasa, al-Ahmar menyuarakan dukungan untuk rencana oleh Gulf Cooperation Council (GCC) yang meminta Saleh untuk menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya dan mendapatkan kekebalan dari tuntutan.
Yaman telah mengalami protes anti-pemerintah yang menuntut untuk segera mengakhiri kekuasaan 33 tahun Saleh sejak pertengahan Februari. Krisis politik  mengakibatkan memburuknya keamanan dan stabilitas negara setelah pemerintah menarik polisi dari beberapa kota provinsi besar dengan dalih untuk menghindari gesekan dengan para pengunjuk rasa.
Sementara itu Presiden pada 28 Maret mengakui bahwa ia telah kehilangan kontrol atas lima provinsi, yang telah direbut baik oleh para suku ataupun oleh al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP).
Sementara itu, bentrokan antara pasukan pemerintah dan pasukan yang memihak protes anti-pemerintah telah menyebabkan sedikitnya lima orang tewas di ibukota Yaman.
Pembelotan tersebut terjadi sementara protes anti-rezim mendapatkan momentumnya di Yaman yang dilanda krisis.
Saleh telah menolak untuk menyerahkan kekuasaan walaupun ada protes luas sejak pertengahan Februari terhadap 30 tahun pemerintahannya.

Simulasi Jangka Sorong