
Perdana
Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berbicara selama sebuah pertemuan
dengan para duta besar Uni Eropa di Tel Aviv (11/4). Pada pidatonya
dalam pertemuan tersebut, Netanyahu memperingatkan bahwa rencana
pemberangkatan sebuah armada kapal yang berupaya untuk menghentikan
pemblokadean di Gaza harus dihentikan. (Foto: Reuters)
TEL AVIV – Perencanaan pemberangkatan sebuah
armada kapal yang berupaya untuk menghentikan pemblokadean di Gaza
"harus dihentikan", Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu
mengatakan pada sebuah kelompok perwakilan Eropa.
Berbicara pada sebuah jamuan makan siang dengan para pimpinan Uni
Eropa tentang misi di Tel Aviv, Netanyahu mengatakan bahwa menghentikan
armada kapal menuju kawasan pantai adalah sebuah "kepentingan bersama"
bagi Israel dan Eropa.
"Kami sadar bahwa ada sebuah provokasi yang sedang diupayakan pada
bulan Mei, kemungkinan sebuah armada kapal (flotilla) pada awal Juni,
bukan sebuah armada kapal perdamaian namun sebuah provokasi, sebuah
provokasi disengaja yang berusaha untuk menyulut bagian dari negara
Timur Tengah ini," ia mengatakan.
"Saya pikir hal ini berada pada kepentingan Anda dan merupakan
kepentingan bersama, dan saya pikir bahwa ini adalah sesuatu yang Anda
harus… sampaikan kepada pemerintahan Anda, bahwa armada kapal ini harus
dihentikan."
Para aktivis dari 25 negara merencanakan untuk berlayar sekitar 15
kapal menuju Gaza pada bulan Mei untuk menandai hari jadi pertama dari
sebuah armada kapal yang lebih kecil yang berusaha untuk berlayar ke
kawasan tersebut tahun lalu namun ditangkap oleh pasukan Israel.
Para komando Israel menyerang kapal-kapal tersebut dalam sebuah
operasi kontroversial yang menyisakan sembilan aktivis Turki tewas dan
menarik kutukan dari internasional.
Awal bulan ini, Netanyahu meminta pimpinan PBB Ban Ki-moon untuk
menghentikan kapal-kapal tersebut menghancurkan pemblokadean Gaza.
Ia mengatakan bahwa para penyelenggara armada kapal tersebut
memasukkan "elemen yang tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah
provokasi dan menimbulkan sebuah kebakaran besar." Israel menjatuhkan
pemblokadeannya pada Gaza pada Juni 2006 setelah para pejuang menangkap Gilad Shalit dalam serangan penyeberangan perbatasan yang mematikan dari kawasan tersebut, di mana ia masih dalam tawanan.
Pelarangan Israel tentang impor dan ekspor diperketat satu tahun
kemudian ketika Hamas merebut kekuasaan di kawasan yang terdiri dari
1,5 juta penduduk tersebut, menggulingkan para pengikut setia pemimpin
Fatah Mahmoud Abbas.
Di hadapan pengutukan internasional tentang serangan pada armada
kapal tersebut, Israel melonggarkan beberapa pembatasan tentang
barang-barang yang masuk dan keluar Gaza.
Namun Israel mempertahakan pembatasan ketat pada barang-barang yang
pihaknya katakan dapat digunakan oleh Hamas, termasuk beberapa
bahan-bahan bangunan, dan melanjutkan untuk mengendalikan kawasan udara
Gaza dan akses laut.
Selama pertemuan Netanyahu pada hari Senin tersebut, duta besar Uni
Eropa untuk Israel, Andrew Standley menunjukkan kekhawatiran blok
tersebut "pada kurangnya perkembangan di dalam proses perdamaian Timur
Tengah."
Ia mendesak kedua pihak untuk bergerak maju memperbarui pembicaraan
dan menunjukkan harapan bahwa sebuah ketenangan tentatif antara Israel
dan Hamas, dicapai setelah sebuah kemarahan dengan kekerasan di sekitar
Jalur Gaza, akan dipertahankan.