
"Ada jangkauan untuk beberapa dari mereka untuk mengubah posisi
beberapa pesawat mereka dari pertahanan udara menjadi berkemampuan
serangan medan tempur."
Para anggota "kelompok kontak" internasional di Libya bertemu di Doha
pada Rabu untuk membahas bagaimana menyelesaikan konflik Libya.
Namun pembagi-bagian muncul di antara para sekutu selama pertemuan tersebut.
Pembagi-bagian tersebut berkisar seputar mempersenjatai oposisi
anti-Gaddafi dan menciptakan sebuah pendanaan dari aset-aset Libya yang
dibekukan untuk membantu pihak oposisi berusaha untuk menggulingkan
pemimpin Libya tersebut.
Inggris dan Perancis semakin dibuat frustasi bahwa serangan-serangan
udara tersebut baik itu telah membalikkan keseimbangan perang dalam
mendukung oposisi atau bahkan mengakhiri pemboman yang menghancurkan
kota terkepung, Misrata.
"Konflik ini akan berakhir dengan kepergian Gaddafi, dengan sebuah
proses politik di Libya yang merupakan sebuah proses yang lebih
inklusif," Hague mengatakan.
Menteri Luar Negeri Perancis, Alain Juppe mengkritisi NATO pada hari
Selasa karena tidak melakukan cukup banyak untuk menghentikan pengeboman
dari kota pelabuhan yang ditawan oposisi, di mana ratusan penduduk
sipil dikatakan telah meninggal lebih dari enam pekan serangan.
Inggris dan Perancis, dua kekuatan utama militer Eropa Barat,
menyerahkan sebagian besar serangan udara pada persenjataan Gaddati
sejak Presiden Obama memerintahkan pasukan AS utnuk mengambil sebuah
kursi belakang.
Negara-negara NATO lainnya baik itu menjauhkan jarak mereka dari kampanye atau memberlakukan sebuah zona larangan terbang namun tidak mengebom.
Televisi pemerintah Libya mengatakan pada hari Rabu bahwa
pesawat-pesawat NATO telah mengebom jalan utama Misrata, skena
pertempuran yang berulang antara para pasukan pemberontak dan
pemerintah.
Dikatakan bahwa orang-orang terbunuh, tanpa memberikan rinciannya.
Penyiaran Libya mengatakan bahwa pesawat aliansi menyerang tempat
kelahiran Gaddafi, Sirte, timur Misrata, dan Aziziyah, selatan Tripoli.
Namun sebuah celah besar muncul sekaligus antara NATO kubu elang dan kubu merpati.
"Tidak masuk akal mempersenjatai penduduk sipil, menurut resolusi PBB
tahun 1973," kata Menteri Luar Negeri Belgia Steven Vanackere
mengatakan kepada para reporter.
Di dalam perselisihan pendapat yang lainnya, Menteri Luar Negeri
Jerman, Guido Westernwelle menyuarakan persyaratan tentang sebuah seruan
Italia untuk menciptakan pendanaan dari aset-aset yang dibekukan untuk
membantu oposisi Libya.
"Pertanyaannya adalah, apakah hal tersebut legal? Jawabannya adalah kami tidak tahu," ia mengatakan.
Hague, menteri luar negeri Inggris menyerukan sebuah mekanisme
keuangan sementara untuk mendanai pemerintahan pemberontak di kawasan
bagian timur yang mereka kendalikan, menurut kantor berita Reuters.
Oposisi tersebut mengatakan bahwa mereka membutuhkan $1,5 milyar dalam bantuan untuk para penduduk sipil.
Seorang juru bicara untuk dewan oposisi nasional di dalam pembicaraan
Doha tersebut mengatakan bahwa koalisi tersebut mempertimbangkan untuk
memasok persenjataan yang seharusnya untuk para tentara yang telah
membelot dari angkatan darat.
Oposisi hanya memiliki "senjata primitif" yang diambil dari pasukan Gaddafi, ia mengatakan.
Hague juga mengusahakan sebuah pernyataan jelas dari kelompok
kementerian bahwa Gaddafi harus pergi, sebuah tuntutan yang
diulang-ulang di Doha oleh oposisi Libya.
Kelompok kekuatan internasional telah berjuang untuk menjangkau sebuah konsensus untuk menyerukan perubahan rejim.
Juru bicara oposisi, Mahmud Awad Shammam mengatakan bahwa dewan
nasional mengambil sebuah pandangan positif tentang sebuah inisiatif
oleh anggota Muslim NATO, Turki untuk sebuah transisi damai di Libya.
Namun ia menambahkan: "Mereka harus mengatakan kata ajaibnya – bahwa Gaddafi harus pergi."