
"Ya, saya sudah berkomunikasi dengan Menbudpar
Jero Wacik, beliau upaya menghubungi Bupati Kerinci melalui telepon tak
pernah berhasil. Karena itu beliau langsung menginstruksikan agar
Bupati Kerinci H Murasman segera ke Jakarta menemui dirinya," kata
Nusran Joher yang juga mantan anggota DPD Jambi 2004-2009.
Pemanggilan bupati itu guna mengklarifikasi dengan segera berita dan
informasi yang berkembang jadi polemik di media massa nasional
belakangan ini soal pendirian Museum Kerinci di Malaysia dan keberadaan
Sko (benda-benda pusaka) yang direncanakan diboyong ke negeri jiran
tersebut.
"Menbudpar sebelumnya mengakui telah berkoordinasi
dengan Mendagri Gamawan Fauzi dan mengaku sudah memerintahkan hal
serupa ke Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, agar bupati Kerinci segera
ke Jakarta menemui Menbudpar," katanya.
Diharapkan Murasman
segera memenuhi panggilan menteri ini guna mengklarifikasi, karena
apapun alasannya perjalanan ke luar negeri apalagi dengan membawa
benda-benda budaya harus seizin menteri antara lain Menbudpar, Mendagri
dan Menlu.
Sementara itu, pada Rabu (14/4) malam, Gubernur
Jambi Hasan Basri Agus yang mendapat telepon langsung dari Menbudpar
juga langsung mengumpulkan SKPD terkait seperti Disbudpar dan BP3 untuk
menindaklanjuti polemik tersebut.
Gubernur mengaku sudah
menelpon Bupati Kerinci dan menyampaikan agar Bupati segera
berkoordinasi dan berkomunikasi terlebih dahulu dengan dirinya sebagai
Gubernur Jambi dan kepada Menteri Budpar di Jakarta.
Ia khawatir polemik museum sudah jadi isu nasional dan perlu segera diklarifikasi oleh yang bersangkutan secara langsung.
"Kepergian Bupati harus seizin Gubernur dan Menteri, apalagi dalam
misi kebudayaan yang melibatkan benda-benda budaya dan kepurbakalaan,
hukumannya 10 tahun penjara kalau terbukti memindahkah barang budaya ke
luar negeri, baik asli maupun duplikat atau fotonya," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Kerinci H Murasman yang sudah memastikan diri
akan hadir pada peresmian Museum Kerinci di Malaysia tersebut, hingga
saat ini masih sulit dihubungi.
Namun Kabag Humas dan Protokol
Pemkab Kerinci Julizarman yang dihubungi mengakui Bupati sudah menerima
instruksi tersebut dan sudah menghubungi langsung Menbudpar di
Jakarta.
"Bupati tadi sudah berkomunikasi langsung dengan
Menbudpar mengklarifikasi soal polemik tersebut. Semuanya sudah
dijelaskan Bupati, namun kita tidak tahu pasti bagaimana isinya,"
katanya.
Sementara pihak Disbudparpora Kabupaten kerinci yang
dihubungi mengakui Bupati Kerinci sudah berkomunikasi dengan Menbudpar
dan Dirjen di Jakarta melalui telepon.
Polemik yang berkembang
di tingkat nasional tersebut tidak mempengaruhi jadwal keberangkatan
Bupati ke Malaka, Malaysia hari ini (Kamis 14/4).
"Bupati
tetap akan berangkat, sore ini. Jadwalnya tidak terganggu. Beliau harus
hadir di Malaka menghadiri festival gendang Melayu yang salah satunya
peserta adalah Kerinci. Beliau tetap berangkat," tambahnya.