Sejak 2005 lalu Arsenal tak pernah meraih gelar. Musim ini optimisme
menjulang tinggi seiring ambisi besar mengakhiri paceklik trofi. Namun,
apa yang terjadi, Arsenal kembali terancam hampa gelar. "The Gunners"
sudah tersingkir dari arena Piala Carling, Piala FA, dan Liga Champions.
Fokus pun langsung dialihkan penuh untuk mengejar Manchester United
di Premier League. Sayangnya, kesialan demi kesialan terus menghinggapi
Cesc Fabregas dan kawan-kawan.
Kekalahan dari Bolton Wanderers 1-2, Minggu (24/4/2011) malam WIB,
membuat peluang Arsenal menjuarai Premier League musim ini nyaris pasti
habis. Arsenal kalah karena sebuah sepak pojok yang dilanjutkan dengan
sundulan Tamir Cohen di menit terakhir laga.
Kekalahan dari Bolton itu juga membuat Arsenal hanya sekali menang
dalam enam pertandingan terakhir di Premier League. Imbasnya, kritikan
pun muncul. Wenger dinilai salah melakukan pendekatan terhadap timnya.
Terlalu
banyak pemain muda, tapi minim pemain bintang, menjadi salah satu
kritikan yang kembali diapungkan. manajer asal Prancis itu juga dinilai
kelewat memanjakan pemainnya sehingga jadilah Arsenal yang seperti
sekarang.
Ingat, andai benar-benar gagal menjadi juara musim ini,
'Tim Gudang Peluru' bakal memperpanjang masa tanpa trofi menjadi enam
tahun. Tapi, Wenger menolak dikatakan bahwa dirinya telah salah
menangani tim.
"Jika Anda bisa membuktikan bahwa prinsip saya
salah, maka saya siap mengubahnya. Kebobolan gol dari sepak pojok di
menit terakhir tak cukup meyakinkan saya," ujarnya diberitakan BBC.
Sebaliknya,
Wenger tetap optimistis jika timnya bakal mendapatkan trofi di masa
depan. Hanya saja, ia juga siap disalahkan atas penampilan Arsenal musim
ini dan menolak untuk menyalahkan para pemain.
"Akan ada (trofi). Anda lihat saja nanti, tak diragukan lagi."
"Jika ada seseorang yang patut disalahkan, itu adalah saya. Para pemain telah bermain luar biasa sepanjang musim," tegasnya.