Para pengunjuk rasa turun ke jalan pada hari Minggu kemarin (24/4)
dan menuntut pengunduran diri Perdana Menteri interim Beji caid Essebsi,
menegaskan bahwa tim pemerintahan yang baru harus benar-benar "bersih"
dari orang-orang lama era Ben Ali.
Aksi protes terhadap Essebsi dipicu setelah dia mengatakan
mengabaikan pendukung Ben Ali ikut dalam pemilu 24 Juli mendatang dapat
memicu ketidakstabilan di dalam negeri. RCD mengklaim mendapat dukungan
dari hampir dua juta orang dari penduduk negara itu yang berjumlah 10
juta.
Para pengunjuk rasa juga menyerukan penuntutan Ben Ali dikembalikan
ke Tunisia yang telah melarikan diri ke Arab Saudi segera setelah
kejatuhannya.
Menurut kementerian kehakiman, jaksa di Tunisia ingin menuntut
presiden digulingkan pada 18 tuduhan, termasuk pembunuhan serta
perdagangan narkoba. Langkah ini juga termasuk kasus hukum terhadap
keluarga dan beberapa kroni-kroninya.
Departemen keadilan juga mengatakan bahwa Interpol telah diminta untuk membekukan aset Ben Ali dan keluarganya.
Pada bagian lain, pengadilan banding Tunisia pada hari Jumat lalu
menyetujui putusan awal pengadilan mengenai pembubaran Partai Demokrat
Konstitusi (RCD), yang didirikan oleh mantan Presiden Tunisia Zine El
Abidine Ben Ali pada tahun 1988.
Pengadilan juga melarang semua anggota partai untuk maju dalam pemilu
mendatang yang memilih majelis nasional yang bertugas menulis ulang
konstitusi.