Turki Kecam Pernyataan Obama Terkait "Genosida" Armenia

Written By Juhernaidi on Senin, 25 April 2011 | 8:23:00 AM

Turki mengecam keras pernyataan Presiden AS Barack Obama terkait adanya pembantaian di era kekhalifahan Utsmanis terhadap warga Armenia sebagai "Sisi karakterisasi politik dalam sejarah."
Dalam pesan tahunan menandai ulang tahun ke 96 dari "pembantaian orang Armenia" yang di duga terjadi selama Perang Dunia I, Obama menggunakan istilah "Meds Yeghern" atau "Bencana Besar" untuk menggambarkan insiden tahun 1915 di Kekhalifahan Utsmani, dan mendesak secara penuh adanya pengakuan dari "peristiwa" mengerikan tersebut.
"Kami berharap presiden Amerika Serikat, teman dan sekutu kami, yang telah berbagi rasa sakit dengan  Turki juga dan mengeluarkan pesan dengan perspektif yang positif," dikutip AFP atas pernyataan menlu Turki Ahmet Davutoglu pada hari Minggu kemarin (24/4).
Kementerian Luar Negeri Turki juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pesan Obama telah "mendistorsi fakta-fakta sejarah. "Oleh karena itu, kami merasa hal itu sangat bermasalah dan sangat menyesalkan laporan sepihak yang menafsirkan peristiwa sejarah kontroversial tersebut demi terwujudbta keadilan dan mencegah terjadinya kesalahan pemahaman terkait tentang kebenaran akan peristiwa itu. "
Sementara itu, Duta Besar Turki untuk AS Namik Tan juga mengkritik Obama, mengatakan pernyataan Presiden AS "mencerminkan, ketidak akuratan pemahaman terhadap sisi karakterisasi politik dalam sejarah."
Armenia mengklaim bahwa mencapai 1,5 juta orang Armenia kehilangan nyawa mereka selama dan setelah Perang Dunia I, ketika mereka dideportasi secara massal dari Anatolia timur oleh Kekhalifahan Utsmani.
Mereka dilaporkan dibunuh oleh tentara atau meninggal karena kelaparan dan penyakit, sehingga mendorong bangsa Armenia untuk meluncurkan kampanye untuk mengakui internasional bahwa peristiwa itu adalah sebuag genosida.
Turki, bagaimanapun, mempermasalahkan jumlah warga Armenia yang tewas, menempatkan jumlah korban Armenia berkisar 300.000 sampai 500.000 dan bersikeras bahwa banyak warga Utsmani Turki juga tewas dalam kerusuhan selama runtuhnya Kekhalifahn Utsmani.
Pada tahun 2009, Turki dan Armenia menandatangani dua protokol dalam upaya untuk menormalkan hubungan dan mengakhiri dekade permusuhan.

Simulasi Jangka Sorong