"Arsitekturnya perpaduan antara apa yang terdapat di Masjid Nabi
Muhammad di Madinah dan Masjid Moor di Kordoba, Spanyol selatan," ujar
direktur proyek Javed Iqbal. "Ia membaur dengan baik dengan arsitektur
Spanyol California."
Masjid dan Pusat Pembelajaran Islam yang Lebih Tinggi dibangun oleh SALAM, Liga Asosiasi Muslim Area Sacramento.
Pusat Islam baru itu memiliki sebuah toko suvenir, sekolah dan
program pendidikan, dengan perpustakaan bervolume 8,000 buku. Tempat itu
akan terbuka bagi semua anggota masyarakat, terlepas dari agama atau
gender, ujar Metwalli Amer, pendiri SALAM. "Ini akan benar-benar menjadi
Pusat Islam Amerika, moderat, menjangkau, dan bekerjasama dengan yang
lain."
Pembukaan di hari Sabtu dilakukan di tengah meningkatnya Islamofobia.
Banyak warga Amerika yang marah atas usulan Islamic Center di dekat
Ground Zero di Manhattan. Bulan lalu, Peter King, ketua komite keamanan
dalam negeri Kongres, meluncurkan sebuah sidang tentang "Tingkat
Radikalisasi di dalam Komunitas Muslim Amerika dan Respon dari Komunitas
Itu."
Tapi SALAM berhasil melanjutkan karena organisasi itu mengecam aksi
teror dan kebencian terhadap semua orang, belum menghindar dari
pertanyaan-pertanyaan sulit dan merintis dibukanya hubungan dengan kaum
Yahudi, Kristen, dan kelompok etnis Sacramento, ujar Amer. "Kami
diterima, bukan hanya ditolerir."
Ketua Senat California Darrell Steinberg memprotes keras pidato
terbaru di SALAM oleh survivor Auschwitz, Hajo Meyer, yang membandingkan
apa yang terjadi pada dirinya dan Yahudi lain di Jerman Nazi tahun
1930an dengan perlakuan kejam Israel terhadap warga Palestina di Tepi
Barat dan Jalur Gaza.
"Tapi aku masih bangga bahwa kita adalah sebuah masyarakat yang
menghormati dan menerima semua keyakinan," ujarnya. "Fakta bahwa ada
sebuah Masjid yang bisa bertumbuh dan berkembang tanpa keributan seperti
di New York berbicara sangat baik tentang komunitas Muslim Amerika
Sacramento dan Sacramento pada umumnya."
"Para pemimpin Muslim di sini sangat aktif dalam membangun ikatan komunitas," ujar Steinberg.
Rashid Ahmed, seorang Pakistan Amerika yang mendirikan Council on
American Islamic Relations (CAIR) cabang Sacramento, mengatakan bahwa
Islamofobia yang dikobarkan oleh Glenn Beck dan pemandu acara
bincang-bincang lainnya meningkat, "SALAM telah bekerja dengan baik
memelihara jalur moderat dan toleran yang menunjukkan bahwa kita bisa
hidup berdampingan satu sama lain. Mudah untuk jatuh ke dalam
ekstrimisme."