Lawan Kampanye Zionis, Palestina Galakkan Nama Muslim

Written By Juhernaidi on Minggu, 17 April 2011 | 11:20:00 PM

Seorang warga Muslim Palestina menutupi kepalanya dengan sejadah ketika pasukan militer rezim Zionis Israel melewati wilayah yang didominasi Arab dan Muslim tersebut. (Foto: EPA)
YERUSALEM - Nama-nama Arab dan Muslim yang menduduki jalan-jalan dan lingkungan Yerusalem timur akan dipasang sebagai tanda pada jendela dan rumah untuk mempertahankan identitas Arab di Yerusalem timur yang diduduki dalam kontra-kampanye terhadap rencana Israel untuk meyahudisasi nama-nama jalan dan lingkungan. Dalam sebuah wawancara dengan Abu Fakhri Diab, seorang aktivis politik Palestina di Yerusalem timur yang diduduki, dan Anggota Komite Pertahanan Silwan, Abu Diab mengatakan kepada Gulf News bahwa kampanye yang bertujuan untuk melestarikan identitas Arab pada jalan-jalan dan lingkungan Yerusalem timur yang diduduki tersebut akan diluncurkan segera.
"Kami akan mendistribusikan tanda-tanda tersebut dengan nama asli dan dikenal dari jalanan dan lingkungan sehingga warga Palestina di Yerusalem timur yang diduduki dapat menginstal mereka di rumah dan jendela mereka untuk menjaga nama-nama tersebut tetap hidup," katanya.
"Rumah adalah properti pribadi dan pemerintah Israel tidak akan mampu melakukan apa-apa tentang hal tersebut," katanya, menekankan bahwa papan dengan nama asli jalan-jalan, dimana telah dipindahkan oleh Israel dan diganti dengan nama-nama Ibrani akan ditempatkan pada rumah-rumah rakyat Palestina dan jendela mereka.
"Nama-nama Arab dan Muslim dari jalanan dan lingkungan Yerusalem timur yang diduduki tidak bisa dilupakan dan kampanye Israel untuk menghapus nama asli tersebut akan dihadapkan dalam kampanye balasan," katanya.
Dia mengatakan bahwa beberapa kuliah akan diselenggarakan bagi masyarakat Palestina tentang nama-nama Arab dan Muslim yang sebenarnya dari jalanan dan lingkungan tersebut sehingga masyarakat Palestina akan terus mengingat nama-nama tersebut di hati dan pikiran mereka.
Pihak berwenang Israel bekerjasama dengan Dewan Kota Yerusalem hampir selesai dengan meyahudisasi nama-nama di jalan-jalan Yerusalem timur dan lingkungan yang diduduki, termasuk jalan-jalan cabang. Jalan-jalan tersebut telah diberikan nama-nama Ibrani yang terinspirasi oleh Talmud dan Taurat.
Abu Diab mengatakan bahwa warga Palestina dari Yerusalem timur yang diduduki belum pernah mendengar tentang nama-nama bahasa Ibrani tersebut, "Tetapi Israel memaksa kami secara langsung maupun tidak langsung untuk menangani itu."
"Dalam hitungan sementara yang sangat singkat, warga Palestina dari Yerusalem timur yang diduduki akan berakhir dengan menggunakan nama baru yang berbahasa Ibrani secara otomatis, dimana pada catatan resmi nama tersebut telah diakreditasi."
Abu Diab menjelaskan bahwa alamat warga Palestina telah dimodifikasi.
Dia mengatakan bahwa air dan saldo listrik diserahkan kepada warga Palestina sesuai dengan sistem penamaan baru.
Sebelumnya sekelompok aktivis Palestina mendirikan sembilan rambu jalan di lingkungan Mukabber Jabel Yerusalem Sabtu (09/04) lalu, menempatkan nama-nama jalan dalam bahasa Arab dan Inggris. Salah satunya bernama Farouk Street, julukan populer untuk Omar Ibn Al-Khattab, jenderal Muslim yang menaklukkan Yerusalem pada tahun 637 M
Didirikan oleh LSM Palestina yang disebut Jerusalem Horizons, tanda-tanda jalan tersebut menandai gerakan kecil tapi simbolik dalam kontes di atas karakter kota yang dihormati oleh pemeluk tiga agama (Islam, Yahudi, dan Kristen) dan diklaim oleh dua kelompok nasional (Israel dan Palestina). Terbentuk dua bulan lalu, Yerusalem Horizons berusaha untuk merebut kembali nama-nama Arab jalan-jalan Yerusalem dan lingkungan, menyelamatkan mereka dari "yahudisasi".
"Tujuan utama kami adalah untuk mendidik masyarakat tentang pentingnya menjaga nama Arab yang asli," kata Fakhri Abu-Diab, seorang penduduk Silwan dan anggota dewan Jerusalem Horizons, kepada The Line Media. "Saya takut hari anak saya akan pulang menggunakan nama Ibrani untuk sebuah situs."
Jerusalem Horizons menyebut kampanye penamaan jalan sebagai "Dalam Jejak Langkah Umar" yang diambil dari nama Ibnu Umar Al-Khattab  juga.
"Kami ingin mengikuti jejak Omar Yerusalem dan kembali ke akar Arabnya," kata Abu-Diab kepada The Line Media. "Kami merasa bahwa bahaya yahudisasi sudah mulai mempengaruhi warisan Arab, Islam, dan Kristen di kota suci."
Abu-Diab mengatakan ia menyerahkan daftar nama jalan Arab kepada komite nama kota setahun yang lalu, namun kota  tidak melakukan apa pun dengan nama-nama tersebut. "Ini membuat saya berpikir bahwa pengabaian oleh balai kota memang disengaja," katanya.

Simulasi Jangka Sorong