"Kami akan mendistribusikan tanda-tanda tersebut dengan nama asli dan
dikenal dari jalanan dan lingkungan sehingga warga Palestina di
Yerusalem timur yang diduduki dapat menginstal mereka di rumah dan
jendela mereka untuk menjaga nama-nama tersebut tetap hidup," katanya.
"Rumah adalah properti pribadi dan pemerintah Israel tidak akan mampu
melakukan apa-apa tentang hal tersebut," katanya, menekankan bahwa
papan dengan nama asli jalan-jalan, dimana telah dipindahkan oleh Israel
dan diganti dengan nama-nama Ibrani akan ditempatkan pada rumah-rumah
rakyat Palestina dan jendela mereka.
"Nama-nama Arab dan Muslim dari jalanan dan lingkungan Yerusalem
timur yang diduduki tidak bisa dilupakan dan kampanye Israel untuk
menghapus nama asli tersebut akan dihadapkan dalam kampanye balasan,"
katanya.
Dia mengatakan bahwa beberapa kuliah akan diselenggarakan bagi
masyarakat Palestina tentang nama-nama Arab dan Muslim yang sebenarnya
dari jalanan dan lingkungan tersebut sehingga masyarakat Palestina akan
terus mengingat nama-nama tersebut di hati dan pikiran mereka.
Pihak berwenang Israel bekerjasama dengan Dewan Kota Yerusalem hampir
selesai dengan meyahudisasi nama-nama di jalan-jalan Yerusalem timur
dan lingkungan yang diduduki, termasuk jalan-jalan cabang. Jalan-jalan
tersebut telah diberikan nama-nama Ibrani yang terinspirasi oleh Talmud
dan Taurat.
Abu Diab mengatakan bahwa warga Palestina dari Yerusalem timur yang
diduduki belum pernah mendengar tentang nama-nama bahasa Ibrani
tersebut, "Tetapi Israel memaksa kami secara langsung maupun tidak
langsung untuk menangani itu."
"Dalam hitungan sementara yang sangat singkat, warga Palestina dari
Yerusalem timur yang diduduki akan berakhir dengan menggunakan nama baru
yang berbahasa Ibrani secara otomatis, dimana pada catatan resmi nama
tersebut telah diakreditasi."
Abu Diab menjelaskan bahwa alamat warga Palestina telah dimodifikasi.
Dia mengatakan bahwa air dan saldo listrik diserahkan kepada warga Palestina sesuai dengan sistem penamaan baru.
Sebelumnya sekelompok aktivis Palestina mendirikan sembilan rambu
jalan di lingkungan Mukabber Jabel Yerusalem Sabtu (09/04) lalu,
menempatkan nama-nama jalan dalam bahasa Arab dan Inggris. Salah satunya
bernama Farouk Street, julukan populer untuk Omar Ibn Al-Khattab,
jenderal Muslim yang menaklukkan Yerusalem pada tahun 637 M
Didirikan oleh LSM Palestina yang disebut Jerusalem Horizons,
tanda-tanda jalan tersebut menandai gerakan kecil tapi simbolik dalam
kontes di atas karakter kota yang dihormati oleh pemeluk tiga agama
(Islam, Yahudi, dan Kristen) dan diklaim oleh dua kelompok nasional
(Israel dan Palestina). Terbentuk dua bulan lalu, Yerusalem Horizons
berusaha untuk merebut kembali nama-nama Arab jalan-jalan Yerusalem dan
lingkungan, menyelamatkan mereka dari "yahudisasi".
"Tujuan utama kami adalah untuk mendidik masyarakat tentang
pentingnya menjaga nama Arab yang asli," kata Fakhri Abu-Diab, seorang
penduduk Silwan dan anggota dewan Jerusalem Horizons, kepada The Line
Media. "Saya takut hari anak saya akan pulang menggunakan nama Ibrani
untuk sebuah situs."
Jerusalem Horizons menyebut kampanye penamaan jalan sebagai "Dalam
Jejak Langkah Umar" yang diambil dari nama Ibnu Umar Al-Khattab juga.
"Kami ingin mengikuti jejak Omar Yerusalem dan kembali ke akar
Arabnya," kata Abu-Diab kepada The Line Media. "Kami merasa bahwa bahaya
yahudisasi sudah mulai mempengaruhi warisan Arab, Islam, dan Kristen di
kota suci."
Abu-Diab mengatakan ia menyerahkan daftar nama jalan Arab kepada
komite nama kota setahun yang lalu, namun kota tidak melakukan apa pun
dengan nama-nama tersebut. "Ini membuat saya berpikir bahwa pengabaian
oleh balai kota memang disengaja," katanya.