Menurut Sekretaris Militer di era Presiden Megawati ini,
siaga satu adalah status tertinggi dalam kesiapan aparat keamanan
khususnya TNI. Dalam status ini, seluruh prajurit TNI harus stand by di
markas masing-masing lengkap dengan perlengkapannya termasuk senjata,
amunisi, kendaraan dan bekal logistiknya.
"Siaga satu tingkat
nasional pada umumnya disiapkan untuk menghadapi ancaman dari luar atau
ancaman yang disebabkan dari dalam seperti pemberontakan, kudeta atau
apa pun yang mengancam kepentingan nasional atau mungkin bencana alam
dalam skala nasional," bebernya.
Dia pun meminta agar SBY memberi pernyataan sejelas-jelasnya agar tidak menimbulkan multitafsir dan kepanikan di masyarakat.
"Kalau tidak, segera cabut siaga satu," tegasnya.
Sebelumnya
pemerintah menanggapi serius temuan paket bahan peledak di jalur pipa
gas Serpong yang bertepatan dengan malam peringatan hari besar
keagamaan. Hingga beberapa hari, jajaran keamanan diperintahkan
meningkatkan kewaspadaannya.
"Mulai hari ini diberlakukan Siaga I
sampai beberapa hari ke depan terkait pengamanan kegiatan ibadah,"
ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis
(21/4).
Pemberlakuan status keamanan Siaga I berlaku untuk
seluruh wilayah RI. Menurut Djoko, perlakuan serupa sebenarnya selalu
diterapkan di setiap peringatan hari-hari besar keagamaan.
Sementara
itu, pengamat terorisme Umar Abduh mengungkapkan, aksi bom buku maupun
di Serpong bukan merupakan teroris murni yang mengancam negara. Soalnya
teroris sesungguhnya bukan mengincar tempat-tempat ibadah, tapi lebih
mengincar instansi pemerintah. Bom buku dan Serpong hanya sebatas
gerakan pengacau keamanan, bukan ancaman nasional. Jadi pemerintah tak
perlu mengeluarkan status Siaga Satu.
Status Siaga Satu
diberlakukan di seluruh Indonesia setelah ditemukan paket bom di jalur
pipa gas tak jauh dari Gereja Chris Chatedral Serpong, kamis 21 April
lalu. Paket bom ditemukan sebanyak sembilan unit, dengan berat masing
masing diperkirakan mencapai 10 kilogram. Selain itu, polisi juga
menangkap belasan orang yang ddiduga teroris dalam penggerebekan di
sejumlah tempat.