Bashar, yang berkuasa sejak menggantikan ayahnya Hafez sebagai
presiden di tahun 2000, mengeluarkan perintah untuk mencabut keadaan
darurat dan menghapus pengadilan keamanan negara dan mengijinkan warga
negara untuk mengadakan demonstrasi damai.
Pengumuman itu disampaikan melalui televisi pemerintah.
Langkah tersebut bertujuan untuk menenangkan protes yang telah berlangsung selama satu bulan lebih di seluruh penjuru negeri.
Dua aktivis hak asasi terkemuka menyambut langkah Assad tapi
menyerukan untuk lebih banyak perubahan sementara seorang aktivis dunia
maya bersikukuh bahwa rakyat sekarang menginginkan perubahan rezim.
"Mencabut pemerintahan darurat dan menghapus pengadilan keamanan
negara adalah langkah positif tapi dalam beberapa hari ke depan kami
akan mengawasi ketat pasukan keamanan untuk melihat apakah mereka
melanggar hukum," ujar Rami Abdul Rahman dari Pengawas HAM Syiria yang
berbasis di London.
"Sekarang kami mengharapkan dibebaskannya ribuan orang yang telah ditahan oleh pengadilan keamanan negara," ujarnya.
Pengacara HAM Haitham Maleh memperbarui seruan untuk mencabut sebuah
pasal dalam konstitusi yang merujuk pada Baath sebagai pemimpin tunggal
negara dan masyarakat Syiria, dan mengatakan bahwa Hukum 49, di mana
anggota Ikhwanul Muslimin bisa dihukum mati, juga harus dihapus.
Sementara itu, aktivis dunia maya Syiria yang berada di Beirut,
Malath Omran, pemain kunci di balik aksi protes, mengatakan bahwa
mengakhiri pemerintahan darurat tidak akan mengubah apa-apa di Syiria,
di mana rakyat sekarang menginginkan perubahan rezim.
"Sejak hari pertama orang-orang turun ke jalan dengan satu tujuan, kejatuhan rezim," ujar Omran.
Menteri luar negeri Jerman Guido Westerwelle menyambut pencabutan
keadaan darurat oleh Assad sebagai langkah pertama dalam arah yang benar
tapi memperingatkan bahwa itu harus disertai dengan reformasi politik
yang cepat dan diakhirinya kekerasan.
Juru bicara departemen luar negeri AS Mark Toner sependapat,
menyatakan bahwa Assad harus berbuat lebih jauh, atau membiarkan lainnya
untuk berbuat lebih jauh jika dia ingin memenuhi tuntutan reformasi
dari rakyat Syiria.
Rezim Assad telah menawarkan serangkaian konsesi pada gerakan
pro-demokrasi sejak protes pertama di Damaskus tanggal 15 Maret, tapi
para demonstran tidak gentar, menekan untuk kebebasan yang lebih besar.