Bunga
Pukul Delapan atau Portulaka merupakan tanaman asli Argentina, selatan
Brazil, dan Uruguay. Biasanya, ditanam sebagai tanaman hias di
pekarangan atau di taman-taman. Herba ini memerlukan sinar matahari
penuh agar tumbuh subur dan berbunga meriah. Portulaka dapat ditemukan
dari dataran rendah sampai ketinggian. 1.400m dpl. (foto: flickr.com)
Bunga Pukul Delapan atau Portulaka merupakan tanaman asli Argentina,
selatan Brazil, dan Uruguay. Biasanya, ditanam sebagai tanaman hias di
pekarangan atau di taman-taman. Herba ini memerlukan sinar matahari
penuh agar tumbuh subur dan berbunga meriah. Portulaka dapat ditemukan
dari dataran rendah sampai ketinggian 1.400m dpl.
Terna semusim yang berbatang basah ini tumbuh menyamping atau naik
ke atas, panjang 15-30 cm, sering bercabang mulai dari pangkalnya, pada
ruasnya berambut halus, dan warnanya merah atau hijau. Daun tunggal,
letak tersebar, tidak bertangkai, di ujung batang berjejal rapat, ke
bagian pangkal daunnya lebih jarang. Helaian daun tebal berdaging,
berair, bentuk jarum, bulat silindris, ujungnya tumpul, panjang 1-3,5
cm, warnanya hijau.
Bunga berkumpul berkelompok 2-8 di ujung batang, mekar pada pukul
delapan pagi dan layu menjelang sore, warnanya merah, dadu, putih,
oranye atau kuning. Buah bentuknya bulat telur, permukaan berambut,
panjang 5-8 mm. biji bulat, jumlah banyak, kecil, dan berwarna cokelat
muda. Perbanyak dengan stek batang atau biji yang sudah tua.
Bunga pukul delapan biasa ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar,
tepi saluran air, dan umumnya tumbuh berkelompok. Tumbuhan yang berasal
dari Hindia Barat ini bisa ditemukan pada ketinggian 10--250 m dpl,
pada tempat-tempat yang terkena sinar matahari langsung atau sedikit
terlindung. Herba tegak dengan akar pena yang panjangnya 0,3-0,8 m ini
berdaun tunggal, berbentuk bulat telur elips, pangkal berbentuk baji,
ujung runcing, tepi bergerigi kasar, tulang daun menyirip, mempunyai
kelenjar, panjang 2-7 cm dan lebar 1-4 cm. Bunga mekar sekitar pukul 8
pagi dan layu sekitar pukul 12 siang. Mahkota bunga bentuknya bulat
telur sungsang, pada pangkalnya cokelat, kuning muda di atasnya, dan
terpuntir waktu kuncup. Buah berbentuk telur lebar, dengan biji lebih
dari 30. Perbanyakan dengan biji.
Nama Lokal:
NAMA DAERAH Bunga pukul delapan,
lidah kucing (Jawa). NAMA ASING W. Indian holly, sage rose, holly rose
(I). NAMA SIMPLISIA Turnerae ulmifoliae Folium (daun bunga pukul
delapan), Turnerae ulmifoliae Radix (akar bunga pukul delapan).
Penyakit Yang Dapat Diobati:
Rasanya pahit,
pedas, sifatnya hangat. Bunga pukul delapan berkhasiat tonik dan
melancarkan aliran darah. Berkhasiat menghilangkan bengkak, penghilang
nyeri (analgesic), antiradang, dan menghilangkan bekuan darah.
Rematik sendi disertai bengkak, bengkak akibat memar: Cuci akar
segar bunga pukul delapan, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dengan
tiga gelas air sampai airnya tersisa satu gelas. Setelah dingin,
saring, lalu minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.
Kandungan Kimia
Seluruh herba mengandung portulal. Batang dan bunga mengandung betacyanin, beranin, dan betanidin.
Pemanfaatan:
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah seluruh bagian herba dalam bentuk segar.
INDIKASI
Daun dan akar digunakan untuk mengatasi:
- Gangguan pencernaan, seperti perut kembung, tidak nafsu makan,
- Rematik sendi yang disertai bengkak, o bengkak karena memar, dan
- Lemah setelah sembuh dari sakit berat
- Sakit tenggorok,sakit kepala
- Radang hati (hepatitis), dan
- Bengkak akibat terbentur (memar).
CARA PEMAKAIAN
Untuk obat yang diminum, rebus daun atau akar segarnya (15 g).
Setelah dingin, saring dan minum airnya. Untuk obat luar, tumbuk daun
segar secukupnya, tambahkan kapur sirih (secukupnya), lalu aduk rata.
Tempelkan pada bisul atau bagian tubuh yang bengkak dan memar, lalu
balut.
Rebus seluruh herba (15-30g) dan minum setelah dingin. Bisa juga herba segar dibuat jus, lalu minum.
Untuk
pemakaian luar, cuci herba segar secukupnya, lalu giling sampai halus.
Tempelkan pada bagian yang sakit, seperti gigitan serangga, bisul,
koreng, atau memar, lalu balut. Air perasan gilingan herba segar juga
bisa digunakan untuk mencuci dan mengompres ekzema, luka bakar, atau
tersiram air panas.
Contoh Pemakaian
Sakit Tenggorokan
Cuci
herba portulaka segar, lalu giling sampai halus dan peras sampai
airnya terkumpul satu cangkir. Tambahkan sedikit boraks, lalu gunakan
untuk kumur-kumur.
Sakit kepala
Cuci seluruh
bagian portulaka segar, kecuali akar, (+/- 30 gram). tambahkan dua
gelas air, rebus sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin,
saring dan minum sekaligus. Jika sakit berulang, lakukan 2-3 kali dalam
sehari.
Hepatitis
Cuci herba partulaka
segar (30 gram), lalu giling sampai halus. Peras dengan sepotong kain,
lalu minum air yang terkumpul sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari sampai
sembuh.
Ekzema pada bayi
Cuci herba segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Gunakan air perasannya untuk mengompres ekzema.
Bisul, Koreng
Cuci tangkai segar sampai bersih, lalu giling halus. Bubuhkan ke tempat yang sakit, lalu balut. Ganti 2-3 kali dalam sehari.
Catatan:
Ibu hamil dilarang minum rebusan herba
ini. Bunga pukul delapan satu marga dengan damiana (Turnera diffusa),
herbal yang berkhasiat mengatasi pembengkakan prostat (hipertrofi
prostat) clan gangguan disfungsi ereksi.