Asap Tebal Kembali Picu Ancaman Nuklir Jepang

Written By Juhernaidi on Senin, 18 April 2011 | 12:18:00 PM

Asap hitam keluar membumbung dari sebuah transformer yang terbakar di dekat salah satu dari empat reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir di Kashiwazaki Kariwa setelah sebuah kebakaran mengikuti sebuah gempa bumi pada Juli 2007. Pada Sabtu (16/4), TEPCO melaporkan adanya asap yang keluar dari pembangkit listrik tersebut. (Foto: AP)
TOKYO  – Tokyo Electric Power Co. (TEPCO) Jepang mengatakan bahwa pada Sabtu, asap telah membumbung dari pembangkit listrik tenaga nuklir Kashiwazaki-Kariwa di Prefektur bagian pantai Niigata. TEPCO melaporkan pada hari Sabtu bahwa asap membumbung dari sebuah panel kendali di pembangkit listrik tenaga nuklir Kashiwazaki-Kariwa selama pemeriksaan peralatan pemurnian air.
TEPCO juga menambahkan bahwa penyebab insiden tersebut tidak jelas, namun tidak ada yang terluka.
Sebelumnya, stasiun nuklir Kashiwazaki-Kariwa telah lolos dari  kerusakan besar yang disebabkan oleh gempa bumi yang menghantam stasiun tersebut pada 16 Juli 2007.
Sebuah tindak lanjut misi penemuan fakta oleh Agen Energi Atom Internasional ( International Atomic Energy Agency – IAEA) pada Februari 2008 melaporkan "tidak ada kerusakan besar" untuk peralatan keselamatan.
Kashiwazaki-Kariwa adalah salah satu stasiun pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di dunia. Dengan tujuah reaktor yang menghasilkan 8.212MW, stasiun yang dimiliki dan dioperasikan oleh TEPCO tersebut mampu menyediakan listrik untuk 16 juta rumah tangga.
Tempat seluas 4,2 km persegi tersebut terletak di Prefektur Niigata kota Kashiwazaki dan kota Kariwa, diperkirakan 135 mil barat laut Tokyo di pantai Laut Jepang.
Kashiwazaki-Kariwa juga adalah stasiun pembangkit listrik terbesar keempat di dunia di belakang tiga pembangkit listrik hidroelektrik Itaipu di perbatasan Brazil-Paraguay, Three Gorges Dam di China dan Guri Dam di Venezuela.
Seperti halnya semua pembangkit listrik di Jepang, Kashiwa-Kariwa dibangun berdasarkan standar ketat tahan gempa bumi.
Bagaimanapun juga, gempa bumi tahun 2007 menyebabkan pembangkit listrik tersebut membocorkan bahan-bahan radioaktif ke dalam udara dan air. Pembangkit listrik tersebut, yang telah beroperasi sejak tahun 1985, ditutup sampai pemeriksaan keamanan mengikuti gempa tersebut selesai.
Pembangkit listrik tersebut dibuka kembali pada Mei 2009.
TEPCO adalah operator pebangkit listrik Fukushima Jepang yang rusak ketika sebuah gempa bumi besar dan tsunami menghantam daerah pantai timur laut pada 11 Maret.
Pekan lalu agen Keselamatan Nuklir dan Industri Jepang meningkatkan tingkatan keparahan dari situasi di Fukushima dari 5 menjadi 7 – yang terburuk pada sebuah skala internasional.
Menurut agen tersebut, jumlah emisi radiasi di pembangkit listrik  Fukushima setara dengan 10 persen dari yang ada di kecelakaan Chernobyl.
Tingkatan keparahan 7 hanya diterapkan pada kecelakaan Chernobyl pada tahun 1986 di Ukraina.
Sebuah ledakan dan kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl berakibat sebuah rilisan radioaktivitas parah ke dalam lingkungan, mengklaim nyawa sedikitnya 4.000 orang.

Simulasi Jangka Sorong