TEPCO juga menambahkan bahwa penyebab insiden tersebut tidak jelas, namun tidak ada yang terluka.
Sebelumnya, stasiun nuklir Kashiwazaki-Kariwa telah lolos dari
kerusakan besar yang disebabkan oleh gempa bumi yang menghantam stasiun
tersebut pada 16 Juli 2007.
Sebuah tindak lanjut misi penemuan fakta oleh Agen Energi Atom
Internasional ( International Atomic Energy Agency – IAEA) pada Februari
2008 melaporkan "tidak ada kerusakan besar" untuk peralatan
keselamatan.
Kashiwazaki-Kariwa adalah salah satu stasiun pembangkit listrik
tenaga nuklir terbesar di dunia. Dengan tujuah reaktor yang menghasilkan
8.212MW, stasiun yang dimiliki dan dioperasikan oleh TEPCO tersebut
mampu menyediakan listrik untuk 16 juta rumah tangga.
Tempat seluas 4,2 km persegi tersebut terletak di Prefektur Niigata
kota Kashiwazaki dan kota Kariwa, diperkirakan 135 mil barat laut Tokyo
di pantai Laut Jepang.
Kashiwazaki-Kariwa juga adalah stasiun pembangkit listrik terbesar
keempat di dunia di belakang tiga pembangkit listrik hidroelektrik
Itaipu di perbatasan Brazil-Paraguay, Three Gorges Dam di China dan Guri
Dam di Venezuela.
Seperti halnya semua pembangkit listrik di Jepang, Kashiwa-Kariwa dibangun berdasarkan standar ketat tahan gempa bumi.
Bagaimanapun juga, gempa bumi tahun 2007 menyebabkan pembangkit
listrik tersebut membocorkan bahan-bahan radioaktif ke dalam udara dan
air. Pembangkit listrik tersebut, yang telah beroperasi sejak tahun
1985, ditutup sampai pemeriksaan keamanan mengikuti gempa tersebut
selesai.
Pembangkit listrik tersebut dibuka kembali pada Mei 2009.
TEPCO adalah operator pebangkit listrik Fukushima Jepang yang rusak
ketika sebuah gempa bumi besar dan tsunami menghantam daerah pantai
timur laut pada 11 Maret.
Pekan lalu agen Keselamatan Nuklir dan Industri Jepang meningkatkan
tingkatan keparahan dari situasi di Fukushima dari 5 menjadi 7 – yang terburuk pada sebuah skala internasional.
Menurut agen tersebut, jumlah emisi radiasi di pembangkit listrik
Fukushima setara dengan 10 persen dari yang ada di kecelakaan Chernobyl.
Tingkatan keparahan 7 hanya diterapkan pada kecelakaan Chernobyl pada tahun 1986 di Ukraina.
Sebuah ledakan dan kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir
Chernobyl berakibat sebuah rilisan radioaktivitas parah ke dalam
lingkungan, mengklaim nyawa sedikitnya 4.000 orang.